B2UTY Always There For BEAST!!

B2UTY Always There For BEAST!!
@nshabrina

Saturday, March 28, 2015

Sekuel Section : Last Minute ( When Dreams Come True )

“There’s no one can live twice,if isn’t a God want! Or a MIRACLE”
Pagi hari yang indah Geurim dengan senang nya berangkat dengan baju yang rapih dan bersenandung ria membuat seseorang yang melihatnya tersenyum,ia memakai high heels nya dan ternyata ia menyadari seseorang ada dibelakangnya.
“Aigoo oppa,kau mengagetkan ku” ucap Geurim
“Kau jadi pindah dari sini?” ucap Hyunseung
“Ne,aku tidak enak tinggal terus dengan kalian berdua” ucap Geurim melanjutkan memakai high heelsnya
“Tapi kan eonni mu sedang hamil dia membutuhkan mu” ucap Hyunseung masih berusaha
“Aishh kan ada oppa dan juga teman-teman nya ne? Bahkan Dujun oppa dan Junhyung oppa juga sering kesini bukan? Alodia eonni juga sering menemani Hyuna eonni” ucap Geurim
“Aigooo aku tidak bisa melawan keras kepalanya adikku ini,arraseo kalau memang kau sudah benar-benar yakin dengan pilihan mu” ucap Hyunseung mengusap kepala adiknya
“Aishhh rambutku akan berantakan oppa,aku akan pergi kerja” ucap Geurim kesal
“Arraseo,pergilah. Hati-hati dijalan ne?” ucap Hyunseung tersenyum
“Ne oppa,titipkan salam ku buat Hyuna eonni ne?” ucap Geurim dan ia beranjak dari tempatnya
“Dia sudah dewasa,apa dayaku?” ucap Hyunseung tersenyum,namun tiba-tiba hpnya bergetar setelah ia mengangkatnya wajahnya berubah dan kembali menatap pintu tempat Geurim keluar tadi

Tidak jauh dari rumah Hyunseung ia mendapati seseorang menunggunya disamping mobilnya membuat Geurim tersenyum,dengan perlahan ia mendatangin namja itu namun gagal karena namja itu sudah melihatnya.
“Apa yang kau lakukan Geurim?” ucap namja itu
“Aishh kenapa kau melihat ku sih? Aku kan ingin mengagetkan mu” ucap Geurim
“Sudahlah mari masuk kedalam mobil,kau akan telat kerja loh. Walau aku managermu bukan berarti aku akan memberikan mu kompensasi” ucap namja itu
“Aishhh arraseo arraseo, N-ssi” ucap Geurim pura-pura kesal
“Aigooo Geurim~ah,sudahlah ayo masuk. Lagi pula itu nama ku saat debut menyanyi,sekarang aku managermu bukan?” ucap N mengelus kepala Geurim
“Ne Hakyeon oppa” ucap Geurim tersenyum

Setelah Geurim memasuki mobil terlihat sekilas seorang namja yang memperhatikan mereka,Geurim tidak menyadarinya namun N menyadarinya. Entah karena tidak mengenal nya dia tidak mengambil pusing masalah namja yang memperhatikan mereka,mungkin saja itu hanya orang lewat yang tidak sengaja melihat mereka atau kenalan kakak nya Geurim begitulah yang dipikirkan N. Mereka pun akhirnya berangkat ke tempat kerja dengan tenang,berbeda dengan Hyunseung dirumah yang merasa panik dengan kabar yang baru saja ia terima.
“Benarkah itu Yoseobbie?” ucap Hyunseung
“Ne aku yakin itu dia,aku tidak salah lihat. Lagi pula saat aku memberitahukan hal ini pada yang lainnya salah satu dari teman ku juga pernah melihat dia” ucap Yoseob
“Nugu?” ucap Hyunseung
“Eunkwang dan teman-teman nya,mereka melihat dia didekat rumah lamanya. Dan juga rumah lama ku Hyunseung~ah” ucap Yoseob
“Apa Geurim sudah tau tentang hal ini?” ucap Hyunseung namun dibalas gelengan oleh Yoseob
“Ani,aku belum memberitahukan nya. Entah bagaimana juga aku belum bisa memberitahukan nya soal ini,kalau tidak salah Geurim juga sedang dekat dengan managernya bukan?” ucap Yoseob
“Ne dengan Cha Hak Yeon,bagaimana ini? Kalau itu memang dia bagaimana bisa dia....” ucap Hyunseung
“Molla,aku juga memikirkan hal yang sama. Aku terus berharap bahwa itu bukan dia,semoga saja aku salah” ucap Yoseob memegang kepalanya
“Sudahlah Yoseobie,kita berdoa saja” ucap Hyuna dari belakang Yoseob
“Ne Hyuna” ucap Yoseob

“Gomawo oppa atas tumpangannya” ucap Geurim
“Ne cheonma,aku tidak akan pernah keberatan untuk memberikan mu tumpangan terus menerus” ucap N tersenyum
“Aigoo aku tidak ingin menyusahkan mu” ucap Geurim
“Bagaimana besok?” ucap N
“Ne jam 10 pagi ne? Aku mengingatnya” ucap Geurim
“Arraseo,sampe besok ne? Chagiya” ucap N membuat Geurim tersenyum

Dengan girang Geurim pun memasuki rumah namun entah kenapa suasanya sepi tidak seperti biasanya,padahal ini hari terakhirnya ia tidur dirumah oppanya itu. Karena besok ia akan pindah ke apartemen miliknya dekat dengan kantornya,Geurim memeriksa tiap kamar dan ia tidak mendapati siapapun dirumahnya.
“Aneh kemana mereka pergi? Dan mereka bahkan tidak memberitahukan aku” ucap Geurim pelan,tidak lama terdengar suara pintu terbuka dan Geurim dengan cepat berlari kearah pintu
“Oppa? Kau kemana saja?” ucap Geurim menghela nafas lega
“A..Geurim kau sudah pulang ne? Gwenchana..” ucap Hyunseung
“Oppa wajahmu pucat,apa terjadi sesuatu dengan Hyuna eonni? Kemana Hyuna eonni oppa?” ucap Geurim
“Hyuna tidak apa-apa dia hanya harus melakukan persiapan untuk melahirkan jadi dia menginap dirumah sakit,ngomong-ngomong kau besok ada acara Geurim? Sebelum kau pindah” ucap Hyunseung
“Syukurlah kalau begitu,ah yaa aku ada janji dengan Hakyeon oppa. Waeyo oppa?” ucap Geurim namun kakaknya tidak langsung membalasnya membuat Geurim curiga
“Ani,gwenchana. Kalau begitu jalan lah dengan Hakyeon,oppa istirahat dulu ne? Besok pagi oppa harus kembali kerumah sakit” ucap Hyunseung sembari melewati Geurim
“Oppa... apa yang kau sembunyikan dariku?” batin Geurim

“Geurim? Gwenchana? Apa kau bosan?” ucap N
“Ani Hakyeon oppa,aku merasa ada yang aneh” ucap Geurim
“Aneh? Nugu?” ucap N duduk disamping Geurim
“Hyunseung oppa,aku merasa ia sedang menutupi sesuatu dari ku. Ada yang aneh dari sifatnya kemarin” ucap Geurim
“Kenapa kau tidak menanyakan hal itu langsung padanya? Toh dia oppa mu bukan?” ucap N
“Ne,mianhe oppa aku malah mengabaikan mu. Padahal kau sudah susah payah memesankan restoran ini” ucap Geurim
“Gwenchana chagiya,toh semua ini tidak akan berakhir hari ini. Bagaimana tawaranku? Apa kau masih memikirkan nya?” ucap N
“Ne,aku masih memikirkan nya. Gwenchanayo oppa?” ucap Geurim
“Gwenchana,kau tidak harus buru-buru chagiya” ucap N tersenyum sembari membelai kepala Geurim

Disela-sela waktu bersama N merasakan ada yang melihat kearah mereka,N merasa risih dan melihat kearah seorang namja yang sepertinya sedang melihat mereka. Dengan cepat N berdiri dan beralasan ke toilet pada Geurim tapi ia keluar untuk menghampiri namja itu,yang membuat N lebih kesal adalah namja itu tetap melihat kearah tempat duduk mereka walau N sudah keluar untuk menghampirinya.

“Permisi” ucap N
“Ne? Waeyo?” ucap namja itu
“Apa kau mengenal kami?” ucap N
“Maksudmu?” ucap namja itu
“Kau terus menerus melihat kearah kami,ani... kearah Geurim lebih jelasnya” ucap N
“Oh itu hanya perasaanmu saja” ucap namja itu membuat N kesal dan dengan cepat ditariknya kerah baju namja itu
“Aku tidak bercanda! Apa yang kau rencanakan? Siapa kau? Kenapa kau terus mengikuti kami?” ucap N
“Lebih baik lepaskan aku,kalau Geurim tau itu akan membuatmu hancur” ucap namja itu membuat N kaget dan melepaskan nya
“Mak..sudmu... apa?” ucap N , dari belakang ia dapat mendengar suara langkah kaki berjalan dan namja didepan nya dengan sigap memakai tudungnya
“Oppa waeyo? Kau bilang ingin ketoilet kenapa kau diluar sini? Dan ada apa dengan namja itu? Apa kalian berkelahi?” ucap Geurim
“Ani... Sudahlah kita masuk saja” ucap N
“Benar,masuklah Geurim” ucap namja itu membuat Geurim dengan cepat menengok kearah namja itu dan berhenti
“Chagiya? Mari kita masuk” ucap N berusaha menarik Geurim tapi Geurim menepisnya
“Nu...gu...? Wae...wae... suaramu... mirip dengan seseorang.....” ucap Geurim
“Aku? Bukan siapa-siapa,masuklah” ucap namja itu dan bersiap untuk meninggalkan Geurim dan N , namun dengan sigap Geurim menarik lengan baju namja itu membuat N kaget
“Siapa kau? Kenapa suaramu... sama dengan dirinya?” ucap Geurim
“Kita pasti ketemu lagi,jadi... sampai nanti Geurim.... Jang Geurim” ucap namja itu melepaskan pegangan Geurim dan meninggalkan mereka
“Chagiya... Dia siapa? Apa kau kenal dengannya?” ucap N
“Andwae,itu bukan dia! Aku tidak kenal dengan nya,bagaimana mungkin itu dia” ucap Geurim
“Nugu?” ucap N bingung
“Andwae...andwae... itu bukan dia Geurim... dia sudah tidak ada....” batin Geurim
“Chagiya aku antar kan kau pulang ne?” ucap N dan hanya dibalas anggukkan oleh Geurim

Sampai depan rumahnya pun Geurim tidak bicara sepatah katapun pada N,hal itu membuat N khawatir karena Geurim tidak pernah mendiam kan N seperti ini. Entah kenapa namja itu membuatnya ingat pada saat awal pertama ia mendekati Geurim,Geurim pernah bercerita tentang pacarnya yang dulu meninggal. Tapi hal itu tidak mungkin karena tidak ada orang yang sudah mati dan hidup kembali,ditenggah jalan tiba-tiba N mengerem mendadak karena ia terlalu fokus pada Geurim dan tanpa sadar ia melihat Hyunseung disana.

“Mi...mianhe hyung” ucap N keluar dari mobilnya
“Oppa..?” ucap Geurim bingung dengan raut wajah Hyunseung,dengan cepat ia turun dari mobil dan menghampiri kakaknya
“Oppa gwenchana? Apa telah terjadi sesuatu pada Hyuna eonni?” ucap Geurim panik
“Gwenchanayo,Hyuna tidak apa-apa. Geurim oppa mohon mulai hari ini jangan datang lagi kesini ne? Hiduplah bahagia dengan Hakyeon,oppa tau tentang kalian yang ingin tinggal bersama bukan?” ucap Hyunseung tersenyum namun dibalik senyumnya tersimpan sesuatu yang membuat Geurim curiga
“Waeyo oppa? Padahal sampai kemarin oppa terus-terusan meyakinkan ku untuk tetap disini? Waeyo?” ucap Geurim
“Tidak ada alasan yang pasti,oppa Cuma ingin kau bahagia. Cuma itu... Dan seperti nya kau bahagia dengan Hakyeon,Hakyeon tolong jaga adik ku ne? Ini kopermu dan semua barang-barangmu Geurim” ucap Hyunseung tersenyum lesu
“Ne... Ne hyung” ucap N mengambil koper Geurim dan memindahkan nya ke mobil
“Oppa kumohon jawablah aku,wae? Wae?” ucap Geurim
“Pergilah Geurim... Jangan pernah kesini ne?” ucap Hyunseung tersenyum lalu meninggalkan Geurim dan N
“Oppa,tunggu...” ucap Geurim menyusul namun Hyunseung menahannya
“Pergilah sebelum terlambat,aku tidak ingin menyakitimu dan juga Hakyeon” ucap Hyunseung namun Geurim dapat melihat sepatu baru yang ada didepan pintu mereka
“Oppa...sepatu siapa itu..?” ucap Geurim
“Bukan siapa-siapa,aku bilang pergi sekarang juga!” ucap Hyunseung membuat Geurim tersentak dan menangis,namun terdengar suara langkah kaki dari dalam membuat Hyunseung menengok
“Kenapa kau keluar? Kau bukan nya sudah janji padaku untuk...” belum selesai Hyunseung berbicara namja itu berbicara
“Ne aku sudah janji,aku hanya meyakin kan dia untuk pergi,pergilah Geurim” ucap namja itu membuat Geurim mengingat sesuatu,dengan cepat ia menangok kearah namja itu
“Kau....” ucap Geurim namun namja itu tersenyum
“Aku bukan orang yang sama seperti yang kau ingat,jadi pergilah sekarang Geurim. Pergilah dan berbahagialah bersama namjachingumu” ucap namja itu namun Geurim hanya terdiam terpaku melihat kearah namja itu
“Mari kita masuk Hyunseung,besok pagi waktunya Hyuna melahirkan. Istirahatlah dahulu” ucap namja itu
“Ne gomawo,Geurim pergilah” ucap Hyunseung
“Tunggu... Tunggu...Bagaimana kau bisa...” ucap Geurim namun terhenti karena namja itu menutup mulut Geurim dengan telunjuknya
“Suatu saat kau pasti akan tau,aku akan memberitahukanmu setelah kau bahagia dengan dia” ucap namja itu
“Tapi bagaimana kalau aku....” ucapan Geurim terhenti lagi oleh namja itu
“Kau sudah tidak memakai cincin itu ne? Jadi buat apa kau mengharapkan aku lagi?” ucap namja itu lalu perlahan menutup pintu
“Tunggu....! Jangan tutup pintunya! Gikwang oppa!” teriak Geurim namun pintu tertutup rapat tanpa mendengar suara Geurim
“Wae....wae...? Kenapa kau masih hidup...?” ucap Geurim lirih namun N memeluknya
“Chagiya ini hanya mimpi,kau mimpi buruk... Tenang saja sebentar lagi kau akan terbangun dan aku ada disini untukmu” ucap N
“Benarkah ini hanya mimpi? Lalu kenapa ia tidak datang padaku? Bila dia masih ada apa ini disebut mimpi buruk? Apakah karena aku melupakan nya? Lalu ia meninggalkan ku? Gikwang oppa mianhe.... Kumohon jawablah aku,apakah ini hanya mimpi sesaat?” batin Geurim


Hanya kau lah yang tau dan hanya kau lah yang bisa memutuskan apakah ini mimpi,atau kenyataan...

You Can Cry (FF) Eps.11

Didepan toko kue seorang yeoja seperti menunggu kabar dari seseorang,ia memegang hp nya dan sesekali menengok kearah kiri dan kanan seperti mencari seseorang. Tidak lama ia dapat menemukan namja yang datang kearahnya,yeoja itu berlari dengan wajah senang.

“Oppa waeyo? Apa urusan dengan Hyunseung oppa sudah selesai?” ucap Yuuki
“Ne..” ucap Dujun pelan
“Waeyo oppa? Kenapa wajahmu seperti itu? Apa ada yang salah?” ucap Yuuki khawatir
“A...ani... gwenchana,kajja kita masuk” ucap Dujun
“Ne...” ucap Yuuki

Tidak jauh dari sana terlihat Minhyuk menatap kearah kedua orang itu dan menghela nafas,entah apa yang harus dikatakan olehnya. Ia dengan cepat ia membalikkan badan nya untuk kembali ke motornya namun ia tidak sengaja menabrak seseorang dan terjatuh,dengan cepat Minhyuk mengumpulkan benda yang jatuh dari tas orang itu.

“Minhyuk-ya?” ucap Shinhye membuat Minhyuk reflek menengok
“Shin...hye?” ucap Minhyuk bingung
“Aigoo eomma-ya! Kau terjatuh? Kau ini...” ucap Shinhye membantu membangunkan eommanya
“Hehehehe mianheyoo,hei kau anak muda terima kasih sudah membantu mengambilkan barangku” ucap eomma
“Ah ne cheonma agasshi... Salah ku juga tidak sengaja menabrakmu” ucap Minhyuk
“Ani.. Ngomong-ngomong kau kenal dengan Shinhye-ya? Apa kau teman sekolahnya?” ucap eomma
“Ne kami sama-sama anggota OSIS” ucap Minhyuk
“Wahh kalau dilihat-lihat namja itu tampan sekali,apa dia namjachingumu Shinhye-ya?” bisik eomma pada Shinhye
“Aishhh bukan! Dia hanya teman ku!” bisik Shinhye kesal
“Kalau begitu bagaimana kalau kita makan bersama.....” ucap eomma
“Lee Minhyuk imnida,agasshi bisa memanggilku Minhyuk” ucap Minhyuk tersenyum
“Aigoo panggil saja aku eomma,mari kita makan ditoko itu” ucap eomma menarik Minhyuk
“Eomm....” belum sempat Shinhye menghentikan eommanya,eommanya sudah menarik Minhyuk. Shinhye hanya bisa menghela nafas saja

Minhyuk bingung karena eomma Shinhye mengajak nya ke toko kue yang baru saja dimasuki oleh Yuuki dan juga Dujun,ini bukan masalah dirinya tapi Shinhye. Ia mendengar dari kumpulan Naeun bahwa Shinhye menyukai Dujun,ia merasa tidak enak dan lagi Minhyuk memang sedang tidak ingin melihat Yuuki. Minhyuk melihat ke segala arah untuk menemukan lokasi tempat duduk Dujun dan Yuuki dan benar saja mereka berdua masih ada disana,dengan cepat Minhyuk menengok kearah Shinhye. Ia bernafas lega karena dia sepertinya belum menyadari nya karena sibuk bercanda dengan adiknya,tapi dengan cepat eommanya menarik Minhyuk duduk ditempat yang tidak jauh dari tempat duduk Dujun dan Yuuki.
“Shinhye-ya eomma sudah mendapat tempat duduk,kemarilah” ucap eomma berteriak membuat Minhyuk makin panik
“Apa mereka mendengar eomma? Apakah Shinhye melihat mereka? Semoga saja hal itu tidak terjadi” batin Minhyuk
“Gwenchanayo Minhyuk-ya? Kau terlihat pucat” ucap Shinhye duduk disamping Minhyuk
“Gwe...gwenchana...yo” ucap Minhyuk
“Baguslah sepertinya mereka tidak mendengar eomma ataupun Shinhye yang melihat mereka berdua” batin Minhyuk
“Kau yakin? Sepertinya kau berkeringat,apa perlu aku mengantarkanmu dulu Minhyuk-ya?” ucap Shinhye mendekat
“Aigoo mengapa dia mendekatkan mukanya? Aishh tapi kalau dia mengantarkan ku Dujun dan Yuuki tidak akan melihat kami bukan? Arraseoo...” batin Minhyuk
“Ne sepertinya aku sedikit tidak enak badan,eomma mianhe sepertinya aku harus pulang lebih dahulu” ucap Minhyuk berdiri
“Ahh sayang sekali,baiklah kalau begitu. Lain kali makan bersama kami ne? Hati-hatilah Shinhye-ya” ucap eomma
“Ne,bungkuskan saja aku dan langsung pulang lah dengan Bia~ah eomma...” ucap Shinhye
“Arraseo” ucap eomma tersenyum

Dengan cepat Minhyuk menarik Shinhye berusaha agar Dujun dan Yuuki tidak melihat,entah kenapa sikap Minhyuk membuat Shinhye makin bingung. Ia terlihat sedang menyembunyikan sesuatu,saat ia ingin menengok kearah Minhyuk menengok dengan cepat Minhyuk mengalihkan pandangan Shinhye.

“Apa yang mau kau lihat?” ucap Minhyuk
“Anii... hanya saja aku penasaran,apa yang kau sembunyikan?” ucap Shinhye membuat Minhyuk terdiam
“A...ani..” ucap Minhyuk
“Jinjja? Kau terlihat berbohong” ucap Shinhye
“Sudahlah lupakan saja,sampaikan maaf ku pada eomma mu lagi ne?” ucap Minhyuk
“Ne... Tapi tunggu... Kau akan membawa motor... sendirian?? Disaat kau sedang tidak enak badan?” ucap Shinhye melihat Minhyuk bersiap-siap dengan motornya
“Ne,menurutmu? Apa kau akan bilang untuk meninggalkan motorku disini dan aku naik taxi? Apa kau akan membawakan motorku dan mengangkutku?” ucap Minhyuk
“Ani.. Bukan itu..” ucap Shinhye
“Arraseo aku mengerti,gomawo sudah mengkhawatirkanku. Aku tidak apa-apa,lebih baik kau naik sekarang” ucap Minhyuk mengelus kepala Shinhye
“He? Buat apa?” ucap Shinhye bingung
“Mengantarkan mu pulang,kajja” ucap Minhyuk melempar helmnya
“Aigoo kau sedang sakit dan sekarang mengantarkan ku? Aku bisa kembali ke toko tadi dan pulang bersama eommaku” ucap Shinhye
“Ani,kajja naiklah!” ucap Minhyuk membuat Shinhye cemberut dan menurutinya
“Arraseo,pelan-pelan saja ne?” ucap Shinhye
“Nee” ucap Minhyuk tersenyum

Setelah Minhyuk menjalankan motornya dapat terlihat dari sana Leo yang memandang kearahnya,ia hanya menghela nafas dan kembali ke mobilnya. Tapi langkahnya berhenti karena melihat Junhyung sudah ada disana dan menatapnya,ia memberi isyarat tanda ia ingin berbicara dengan Leo sebentar sebelum ia memasuki mobilnya. Dengan perlahan Leo mengikuti langkah Junhyung hingga ke taman tak jauh dari tempat Leo memarkirkan mobilnya,Junhyung memberi tanda agar Leo duduk.

“Wae?” ucap Leo
“Kau menyukainya?” ucap Junhyung namun tidak dijawab oleh Leo
“Kenapa harus dia?” ucap Junhyung lagi dan lagi-lagi Leo tidak menjawabnya
“Apa yang kau sukai darinya?” ucap Junhyung lagi dengan menahan emosinya,namun akhirnya Leo menjawabnya
“Molla” ucap Leo
“Molla? Bagaimana kau bisa menyukainya dengan alasan begitu?” ucap Junhyung
“Kau sendiri?” ucap Leo membuat Junhyung tersentak,Junhyung terdiam membuat Leo berdiri dan bersiap meninggalkan Junhyung namun langkahnya terhenti sejenak
“Alasanku adalah dia,karena itu dia. Bukan seperti dirimu” ucap Leo datar dan pergi meninggalkan Junhyung
“Aishhh” ucap Junhyung menendang bangku taman setelah Leo meninggalkan nya
“Pabo” ucap Leo pelan sembari melihat kearah belakang sejenak

“Selamat datang tuan Leo, tuan besar Jung sudah menunggu diruangannya” ucap seorang pelayan
“Apa yang mau ia katakan lagi?” batin Leo sembari menaiki tangga menuju kamar yang ia tuju,sesampai didepan sebuah pintu ia mengetuk dua kali dengan pelan
“Masuklah” ucap seorang namja
“Ada yang penting kepala? Hingga kau ingin berbicara denganku?” ucap Leo
“Kita hanya berdua Leo mengapa kau masih memanggilku kepala? Hmm?” ucap namja itu tersenyum
“Arraseo haraboeji,waeyo?” ucap Leo duduk diantara bangku yang ada didepan haraboejinya
“Bagaimana sekolahmu?” ucap haraboeji
“Lumayan,seperti biasa aku selalu bersama mereka lagi. Apa dunia begini sempitnya haraboeji?” ucap Leo
“Molla Leo,paling tidak mereka tidak mengganggu prestasimu” ucap haraboeji berjalan menuju pintu dan ia memegang bahu Leo
“Haraboeji mengandalkan mu Leo-ya,karena kau akan jadi pewarisku nantinya. Kau pasti bisa sehabat appamu,Haraboeji duluan ne?” ucap haraboeji tersenyum dan meninggalkan Leo
“Sehebat.... appa?” ucap Leo pelan

Dengan bantuan Shinhye akhirnya Minhyuk dan Shinhye sampai didepan rumah Shinhye,Shinhye melepaskan helm nya dan turun perlahan. Ia memberikan helm nya pada Minhyuk dan mengibaskan rambutnya perlahan,membuat Minhyuk terdiam kagum dan menatap Shinhye.

“Waeyo Minhyuk-ya?” ucap Shinhye
“A..ani..” ucap Minhyuk pura-pura memandang kearah lain
“Gomawo sudah mengantarkan aku,hati-hati ne saat kau pulang?” ucap Shinhye tersenyum
“Ne,masuk lah” ucap Minhyuk tersenyum
“Arraseo” ucap Shinhye berjalan memasuki rumahnya sembari melambaikan tangan pada Minhyuk, Minhyuk tersenyum melihatnya sampai Shinhye masuk kerumahnya dan menguncinya. Senyum Minhyuk memudar karena sedari tadi ia menyadari seseorang telah mengikuti mereka
“Dia sudah masuk,apa yang kalian lakukan disana? Menguntit kami? Memata-matai kami?” ucap Minhyuk sinis
“Menurutmu? Kami hanya ingin tau ada hubungan apa kau dengan nya” ucap Bomi
“Kenapa kalian susah-susah menguikuti kami hah? Yoon Bomi? Jung Eunji? Kim Namjoo?” ucap Minhyuk
“Bukan kah kau sedang dekat dengan Yong Yuuki adik dari Yong Junhyung?” ucap Eunji
“Ini bukan urusan kalian,pulang lah” ucap Minhyuk memakai helmnya
“Tunggu...” ucap Eunji namun terlambat karena Minhyuk dengan cepat menyalakan motornya dan meninggalkan mereka bertiga
“Yeoja itu sungguh menyebalkan,setelah menggoda Junhyung tunangan Naeun,menggoda Leo mantan pacar Chorong sekarang dia mengincar Minhyuk!” ucap Namjoo
“Ne kita harus melaporkan hal ini pada Naeun” ucap Bomi

Entah ada apa dengan Shinhye ia merasa ada yang aneh pagi ini,ia merasa jam dikamarnya sudah menunjukkan pukul 07:30 yang artinya ia kesiangan namun kenapa kereta terasa sepi? Dan lagi tidak jalanan sepenuh biasanya,padahal ini sudah siang. Apakah hanya dia yang terlambat? Shinhye makin bingung setelah ia sampai didepan pintu gerbang sekolahnya yang terlihat masih begitu sepi,hanya terlihat beberapa siswa saja. Saat ia berjalan sambil kebingungan ia mendengar suara bola memantul dan juga bunyi ring berbunyi,ia dengan reflek melihat kearah lapangan ternyata Dujun sedang bermain bola sendiri. Shinhye terpana dan terdiam melihat Dujun bermain sendiri namun Dujun mengetahui bahwa Shinhye melihat nya,ia tersenyum dan memberi tanda Shinhye untuk mendekatinya.

“Mianhe Dujunie apa aku menggangumu?” ucap Shinhye namun dibalas gelengan oleh Dujun
“Tumben sekali kau datang jam segini” ucap Dujun sembari mengelap keringatnya
“Jam... segini? Memang sekarang jam berapa?” ucap Shinhye
“Sekarang masih pukul 6 pagi,anggota OSIS pun kumpul masih setengah jam lagi” ucap Dujun
“Aigooo berarti jam dikamar ku itu rusak? Aishhh aku kira aku kesiangan” ucap Shinhye kelabakan membuat Dujun tersenyum dan membelai kepala Shinhye
“Sudahlah paling tidak kau tidak perlu terlambat ne? Jadinya kau bisa melihat tendangan indahku” ucap Dujun
“Aishhh bagian mana nya yang indah?” ucap Shinhye mengejek membuat Dujun mengacak-ngacak rambut Shinhye dengan gemas dan membuat Shinhye memohon ampun sembari tertawa

Dujun dan Shinhye bercanda riang dan tertawa dan tanpa sadar mereka yang sedari tadi dipandangi oleh Naeun dan kelompoknya,dengan wajah kesal mereka mengumpat Shinhye dalam hati.

“Naeun bagaimana ini? Kemarin kami melihatnya pulang bersama Lee Minhyuk” ucap Namjoo
“Dasar yeoja gampangan itu! Dia sudah menggoda Junhyung oppa,Leo,Minhyuk sekarang Dujun oppa? Aishhh” ucap Naeun
“Siapa yang menggoda dan siapa yang digoda?” ucap Minhyuk membuat Naeun,Namjoo,Eunji dan Bomi kaget dan reflek menengok kearah suara itu
“Min...Minhyuk...” ucap Eunji
“Aigoo Naeun-ssi kalau Junhyung mendadak beralih ke Shinhye itu bukan salah Shinhye bukan? Mungkin saja kau tidak menarik lagi,atau daya tarik mu kalah oleh Shinhye” ucap Minhyuk sinis
“M...mwo? Apa kau bilang? Kalah dari anak beasiswa itu? Aku? Kalah dengan yeoja miskin itu? Tidak akan mungkin” ucap Naeun
“Kalau begitu mengapa Junhyung menjadi dingin padamu? Kenapa Junhyung lebih membela Shinhye? Bukan kah itu tandanya Junhyung sudah bosan denganmu yang seperti boneka?” ucap Minhyuk tersenyum mengejek Naeun membuat Naeun tersentak dan menggigit bibirnya
“Ya kau terlaluan sekali Lee Minhyuk! Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu pada Naeun~ah?” ucap Eunji
“Diam kau Jung Eunji,kau juga sama saja. Lebih baik kau diam saja dan mengurusi urusan mu daripada kau mengurus masalah Shinhye dan aku” ucap Minhyuk
“Bagaimana bisa aku diam saat melihat seorang yeoja gampangan menggoda tunangan temanku? Dia bahkan menggoda mantan pacar Chorong~ah dan juga Dujun oppa yang sedang dekat dengan Yong Yuuki” ucap Eunji
“Lalu hubungan nya denganmu?” ucap Minhyuk membuat Eunji terdiam pucat, reaksi yang ditimbulkan oleh Eunji membuat Minhyuk tersenyum
“Tidak ada kan? Kalau begitu diam lah dan melihat saja,kalau memang Naeun dan juga Chorong ataupun Yuuki tidak suka dengan ‘hal yang menurutku tidak benar’-itu kalian bisa saja menyerang Shinhye. Tapi aku tidak akan segan-segan dengan kalian yang menyakitinya,ngomong-ngomong aku duluan ne?” ucap Minhyuk tersenyum sembari meninggalkan mereka Naeun dan Eunji yang terdiam dan Namjoo dan Bomi yang berusaha membangkitkan mereka berdua
“Sial! Ternyata dia juga suka padanya,apakah Dujun~ah juga?” ucap Junhyung dikejauhan tanpa ketahuan Naeun dan yang lain nya serta Minhyuk
“Kau kecewa karena bukan hanya kau dan aku yang menyukainya?” ucap Leo dibelakang Junhyung membuat Junhyung kaget
“Sejak kapan kau...” ucap Junhyung namun terpotong oleh helaan nafas Leo
“Kalau kau ingin menyerah menyerah saja.... Yong Junhyung” ucap Leo meninggalkan Junhyung membuat Junhyung kesal

“Aishh tidak mungkin aku akan menyerah begitu saja,apalagi saat ku tau bahwa kau dan Minhyuk juga menyukainya! Tidak akan aku serah kan dia pada kalian berdua,walaupun Dujun~ah menyukainya aku tidak akan menyerahkan nya begitu saja.” Batin Junhyung

Monday, March 9, 2015

You Can Cry (FF) Eps.10

“Mwo....?” suara yeoja itu membuat Junhyung menengok,ia dan Minhyuk dapat melihat seorang yeoja dengan wajah asianya yang kental dengan ekspresi kecewa dan hampir memucat. Dengan cepat Junhyung membuang muka
“Ya tunggu dulu Yong Junhyung” ucap Minhyuk membuat Junhyung menengok tanpa berkata apa-apa
“Jawab pertanyaanku tadi” ucap Minhyuk
“Itu bukan urusanmu” ucap Junhyung dengan cepat masuk kedalam mobilnya dan beranjak dari situ dengan cepat dan melewati yeoja yang tercengang disana,Minhuk hanya menghela nafas dan berjalan menghampiri yeoja itu
“Gwenchanayo?” ucap Minhyuk
“E..eh.. Gwen..gwenchana,gomawoyo..” ucap yeoja itu dengan cepat menyadarkan dirinya
“Apa kau salah seorang yeoja yang menyukai Junhyung?” ucap Minhyuk pelan
“Ani... aku eomma nya” ucap yeoja itu membuat Minhyuk kaget,karena ia dapat melihat yeoja itu sepertinya seumur dengan nya dan tidak mungkin menjadi eomma Junhyung
“Eo...mma...?” ucap Minhyuk kaget
“Tenang lah aku hanya eomma tirinya,siapa namamu? Kau teman sekolah Junhyung ne?” ucap yeoja itu
“N..ne.. Lee Minhyuk imnida,mianheyo saya mengatakan hal yang kurang ajar” ucap Minhyuk
“Gwenchanayo aku mengerti maksudmu,Yong Mizuki imnida...” ucap yeoja itu tersenyum
“Yong.... Mizuki...?” batin Minhyuk menerka seperti mendapat sesuatu

Dengan kasarnya Junhyung membanting pintu mobilnya membuat Hiro yang menunggu didepan kaget dan reflek melihat kearah Junhyung,Hiro ingin menanyakan sesuatu tapi ia mengurungkan niatnya karena Junhyung sudah menatapnya dengan bengis dari jauh. Dengan kasar juga Junhyung membuka pintu ruang depan membuat appanya hanya menggeleng kepalanya dan berdecak pada Junhyung,Junhyung yang tau hal itu hanya berdiri disana dan terpaku menatap appa nya yang menghampirinya.

“Kau tidak belajar dari kata-kata ku ne?” ucap appa
“Buat apa? Agar aku bisa mendapatkan hartamu itu? Agar kau bisa menghina ku lagi?” ucap Junhyung dingin
“Kau sungguh anak yang tidak sopan” ucap appa lalu menamparnya dengan keras
“Kau harus belajar sopan santun! Apa aku harus mengirim mu ke jepang lagi hah??!” teriak appa membuat Yuuki berlari menghampiri mereka
“Appa hentikan,kenapa appa memukul Junhyung oppa?” ucap Yuuki
“Minggir Yuuki” ucap Junhyung
“Ta..tapi oppa..” ucap Yuuki
“Kau juga sama saja,kau hanya beban yang ditinggalkan yeoja itu! Kau sama saja tidak berguna nya” ucap appa lalu menampar Yuuki dengan cepat,Yuuki terjatuh dan Junhyung dengan cepat menangkapnya
“APA MAUMU? KAU BISA MENAMPARKU DAN MEMUKUL KU SESUKA HATIMU TAPI KENAPA HARUS YUUKI?!” teriak Junhyung pada appanya
“Waeyo? Apa kau juga menyukainya? Kau dendam padaku? Hah?” ucap appa dingin membuat Junhyung mengeraskan rahangnya,Yuuki mulai khawatir karena oppa nya bisa saja lupa diri lagi
“Cukup appa” ucap Mizuki
“Mizuki lagi-lagi kau membela mereka,kalau mereka tidak diberi hukuman mereka akan terus menjadi sampah” ucap appa
“Tapi kenapa Yuuki juga kau tampar? Yuuki tidak salah apa-apa” ucap Mizuki
“Sudah aku tidak mau mendengar omong kosong lagi,Hiro kemari! Sudah waktunya kau tidur” ucap appa menarik Hiro dan meninggalkan mereka bertiga
“Mianhe Junhyung,Yuuki. Aku datang terlambat” ucap Mizuki
“Gwenchana eomma,lebih baik eomma menyusul appa..” ucap Yuuki memegang pipinya
“Bagaimana dengan pipimu?” ucap Mizuki ingin memegang pipi Yuuki namun dengan cepat ditepis oleh Junhyung
“Jangan menyentuhnya,kalau kau tidak ada maka semua ini tidak akan terjadi” ucap Junhyung menggendong adiknya
“Oppa! Jangan begitu pada eomma,eomma kan sudah menolong kit...” ucap Yuuki terpotong
“Tapi dialah biang semua permasalahan ini,lebih baik kau diam saja Yuuki” ucap Junhyung mulai berjalan meninggalkan Mizuki yang sedih

Junhyung akhirnya berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan adiknya yang berbicara panjang lebar tentang kesalahan nya kenapa ia tidak bisa sopan sedikit pada eommanya atau masalah lain nya,entah kenapa walau ia benci membicarakan hal itu ia tidak marah pada adiknya karena cepat atau lambat Junhyung tau adiknya akan diam.

“Ya Junhyung oppa kau mendengarkan ku kan?” ucap Yuuki
“Ani,teruskan saja aku pasti tidak akan mendengarkan mu” ucap Junhyung acuh sembari menurun kan adiknya
“Aishh oppa kau tidak boleh begitu,bagaimana pun juga dia eom...” kata-kata Yuuki terpotong karena Junhyung menutup mulut adiknya
“Diam,karena aku sudah pusing dibuat oleh suaramu yang cempreng itu. Kompres pipimu dengan ini” ucap Junhyung memberikan kompres pada Yuuki dan Yuuki menerimanya dengan wajah kesal, Junhyung hanya tersenyum dan berjalan menuju jendela
“Kenapa sih oppa tidak mau memaafkan eomma? Yang sudah tidak akan pernah bisa kita perbaiki oppa” ucap Yuuki menempelkan kompres pada pipinya
“Aku... hanya tidak menyukainya,karena dia semua jadi hancur” ucap Junhyung lirih
“Hanya karena itu? Aigoo oppa...” ucap Yuuki berdiri menghampiri kakaknya dengan cepat Junhyung memeluk adiknya
“Kau pasti tau alasan ku yang sebenarnya,jangan kau terus bertanya. Oppa capai” ucap Junhyung
“Mianhe oppa,selamat beristirahat...” ucap Yuuki

Hari minggu pun tiba dan entah kenapa untuk kali pertama Shinhye bangun lebih pagi dari adiknya, biasanya adiknya yang selalu bangun terlebih dahulu karena tidak sabar untuk berjalan-jalan dengan kakaknya. Entah Shinhye sendiri bingung saat ia bangun ia melihat Biah masih terlelap disampingnya, apa karena pengaruh Junhyung kemarin ia jadi bangun lebih pagi? Atau malah ia jadi tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan hal itu?

“Aigoo aku ini kenapa sih?!” ucap Shinhye pelan sembari menggosok giginya namun tiba-tiba terlintas lagi diotak nya kejadian dimana ia menimpa Junhyung
“Aishhhhh kenapa aku memikirkan hal itu lagi?????” batin Shinhye dan ia memperkuat sikatnya membuat adiknya yang baru ingin menyikat giginya kaget
“E...eonn... gwenchana? Tumben sekali eon bangun lebih pagi dan.... eon terlihat sedang marah ne?” ucap Biah hati-hati
“Ani Bia~ah eonni Cuma sedang semangat saja” ucap Shinhye membuat Biah menghela nafas karena Biah tau eonni nya bohong tapi ia tidak berani melawan eonni nya

Seperti biasa Shinhye mengajak adiknya menuju taman ria,itu seperti suatu kebiasaan disetiap minggu. Hanya saja yang membuat beda adalah eomma mereka ikuta atau tidak,dan entah kenapa hari ini Shinhye tidak bersemangat sama sekali walau eomma nya ikut.

“Kau kenapa Shinhye-ya? Apa kau tidak enak badan? Tumben sekali kau tidak berlari-lari dengan adik mu?” ucap Eomma
“Aishh aku hanya sedang memikirkan sesuatu eomma” ucap Shinhye menghela nafas
“Memikirkan sesuatu? Masalah dengan namja ne?” ucap Eomma dengan wajah mengejek anaknya
“Aishhh eomma kenapa harus kesitu sih? Itu tidak ben....” tiba-tiba Shinhye mengingat kembali saat ia menindih badan Junhyung yang membuat wajah Shinhye memerah
“Tuh kan tuh kan” ucap Eomma meledek
“Aishhh aku pergi membeli minum dulu” ucap Shinhye beranjak dari samping eomma nya
“Aigooo Shinhye-ya eomma hanya bercanda” ucap eomma nya sembari tertawa

Shinhye berjalan dengan kesal dan berjalan menuju kios yang menjual minuman dengan cepat,tapi dari jauh ia bisa melihat seseorang yang ia kenal disana.

“Hiro?” ucap Shinhye menerka
“Ah eonni yang waktu itu ne? Shinhye eonni?” ucap Hiro
“Ne itu aku,apa yang kau lakukan disini?” ucap Shinhye
“Aku sedang berlibur dengan appa dan eomma” ucap Hiro tersenyum
“Baguslah kalau begitu,kau terlihat senang sekali” ucap Shinhye tapi kemudian senyum Hiro memudar
“Waeyo Hiro?” ucap Shinhye khawatir
“Hyung tidak ikut,hyung tidak mau ikut jadi aku tidak terlalu senang” ucap Hiro lirih
“Hyung...?” ucap Shinhye bingung,saat Shinhye ingin menanyai soal hyung nya tiba-tiba ada suara teriakan dan seorang yeoja yang mendekat
“Hiro-kun!!!” ucap yeoja itu membuat Shinhye menengok keasal suara itu dan Shinhye bisa melihat yeoja dengan wajah asianya yang kental yang entah kenapa tidak asing dengan wajahnya itu,masih terlihat muda dan cantik
“Hiro-kun kau kemana saja? Appa mencarimu kemana-mana,aku juga khawatir denganmu” ucap yeoja itu
“Mianhe...” ucap Hiro lirih
“Gwenchana,lalu yeoja ini... nugu?” ucap yeoja itu
“Ah itu eonni yang menolongku waktu itu,dia Park Shin Hye eonni” ucap Hiro
“Shinhye imnida... Hiro apa dia... noona mu juga?” ucap Shinhye pelan membuat Hiro dan yeoja itu bertatapan dan tertawa
“Wae wae wae? Apa aku salah?” ucap Shinhye panik
“Ah mianhe Shinhye-ya,aku eommanya Hiro” ucap yeoja itu
“Ehhh???? Eomma?! Kukira noonanya,mianheyo ajumeoni.... aishh maksudku... agasshi” ucap Shinhye panik membuat yeoja itu tertawa
“Panggil saja Mizuki,mungkin aku hanya berbeda 3-4 tahun denganmu jadi aku tidak mau terlihat tua juga dengan panggilanmu tadi” ucap Mizuki tertawa
“Hehehehe mianhe Mizuki..” ucap Shinhye
“Mizuki... Hiro! Palli! Sudah sore” teriak ahjussi tidak jauh dari sana
“Ne appa,kami kesana” teriak Mizuki
“Kalau begitu kami duluan ne? Annyeong Shinhye-ya” ucap Mizuki dan beranjak dari tempatnya
“Entah kenapa aku tidak asing dengan wajah yeoja itu,dan ahjussi tadi sepertinya aku pernah melihatnya entah dimana. Ah sudahlah kenapa aku terlalu memikirkan hal itu?” batin Shinhye

Dilain tempat Junhyung terduduk diam ditempat biasa dia berkumpul dengan sahabat-sahabatnya,disana ada Junhyung-Hyunseung-Yoseob-Gikwang-Chorong-Bomi dan juga Naeun. Junhyung merasa ada yang kesal karena Dujun tidak datang tepat waktu,tapi itu hanya perkiraan teman-teman nya saja karena merasa ada yang tidak biasa dari Junhyung.

“Oppa gwenchanayo?” ucap Naeun
“Ne” ucap Junhyung datar
“Apa kau butuh sesuatu? Cola?” ucap Naeun
“Ani,lebih baik kau kumpul saja dulu dengan Chorong dan juga Bomi” ucap Junhyung seakan (memang) mengusir Naeun
“Arraseo oppa,kalau ada apa-apa panggil aku ne?” ucap Naeun tersenyum lalu berjalan menjauhi Junhyung
“Aishhh ada apa sih dengan dia? Apa yang ia pikirkan?” ucap Naeun kesal
“Aigooo Naeun~ah bisa saja dia sedang memikirkan adiknya itu,apalagi Dujun oppa tidak datang tepat waktu tidak seperti biasanya”  ucap Bomi
“Ada yang bilang mereka berdua punya hubungan khusus” ucap Chorong
“Dujun oppa dan Yuuki ne? Memang mereka terlihat dekat” ucap Bomi
“Paling tidak dia tidak memikirkan yeoja baru itu,aku kesal melihatnya” ucap Naeun
“Dia? Aigoo bukan kah dia menyukai Dujun ne? Yang waktu itu aku lihat dengan Eunji” ucap Bomi
“Ne... kalau tidak salah,aku juga melihat senyum nya berbeda saat ia jalan dengan Dujun oppa” ucap Chorong
“Sudahlah aku tidak mau membicara kan mereka,bisa kita ubah topik pembicaraan kita?” ucap Naeun dingin membuat Chorong dan Bomi terdiam

Ternyata pembicaraan mereka terdengar oleh Hyunseung yang tidak jauh dari kerumunan para yeoja itu,tapi tidak terdengar oleh Junhyung karena jarak yang lumayan jauh dan juga seperti nya Junhyung sedang sibuk dengan pikiran nya. Dengan cepat Hyunseung mengeluarkan telfon dan menelfon seseorang membuat Chorong yang mendengarnya langsung menengok cepat.

“Oppa kau menelfon siapa?” ucap Chorong
“Bukan siapa-siapa,aku keluar dulu” ucap Hyunseung pamit dengan semuanya dan beranjak cepat dari tempatnya
“Aneh,tidak biasanya dia begitu padamu Chorong~ah” ucap Bomi membuat Chorong terdiam
“Mau kemana dia? Siapa yang ia telfon? Oppa....” batin Chorong

Didepan sebuah taman disana ada seorang namja tinggi dan tampan dengan kacamatanya,ia sedang membaca bukunya sembari menunggu seseorang. Tidak lama sebuah mobil parkir didepan nya membuat namja itu melepaskan kacamatnya dan menyimpan nya,dia tersenyum pada namja yang baru saja turun dari mobil itu.

“Kau ada urusan apa Hyunseung~ah sampai memanggilku? Apa ini masalah Chorong?” ucap Dujun
“Ani... Ini tentang kau” ucap Hyunseung menghela nafas
“Eh? Aku? Wae wae? Aku merasa sedang tidak ada masalah” ucap Dujun menghampiri Hyunseung
“Aishhh kau yakin?” ucap Hyunseung
“Ne,menurut mu? Bagaimana kalau membahas tentang kau dan Chorong?” ucap Dujun menggoda
“Aishh kesampingkan dulu tentang ku dan dia,Dujun~ah” ucap Hyunseung mendorong Dujun menjauh
“Arraseo arraseo,lalu tentang apa ini?” ucap Dujun tertawa dan menatap kearah layar hp nya
“Kau menunggu kabar dari seseorang?” ucap Hyunseung
“Ani,sudah bicara saja. Aku tidak sedang buru-buru” ucap Dujun memasukkan kembali hpnya
“Jinjja? Bukan nya kau sedang jalan dengan Yuuki?” ucap Hyunseung mengagetkan Dujun
“Aku benar ne? Aku menyuruh mu kesini karena aku ingin menanyakan soal itu.... Soal hubungan mu dengan Yuuki” ucap Hyunseung

“....... itu...” ucap Dujun