B2UTY Always There For BEAST!!

B2UTY Always There For BEAST!!
@nshabrina

Saturday, November 15, 2014

Sunshine Becomes You (FF) Eps.3

Ga Eun POV
"Anu... aku tidak apa-apa kok dongwoon,jadi aku bisa pulang ke apartemenku" "Ani! Kau tidak akan bisa membawa mobil dengan keadaan seperti itu" "Aniyaa aku bisa" "Bisa tidak kau tenang sedikit? Kita sudah sampai,malam ini kau tidur saja diapartemenku dikamar tamu" Bukan begitu dongwoon,hanya saja aku merasa jantungku tidak bisa tenang saat ada disampingmu. Apalagi kalau dia tau keadaanku,bagaimana ini? Lalu dia menggendong ku hingga masuk ke apartemennya,dia menduduk kan ku disofanya dan ia pergi kekamarnya,tidak lama kemudian dia memberikanku sweater abu-abu yang besar "Kau memang cantik memakai gaun itu,tapi kau tidak akan bisa tidur dengan gaun mu. Ganti bajumu dengan itu dan ini handuk untukmu, aku akan membuatkan air hangat untukmu" Setelah itu dongwoon pun mengarah ke kamar mandi, aku merasa aku memang benar-benar sudah menyukainya.
Setelah mandi akupun memakai sweater dongwoon,kulihat didepan cermin aku merasa geli dan tertawa kecil karena sweater dongwoon sungguh besar dan hangat. Wangi khasnya menempel pada sweater ini,tiba-tiba aku kaget saat dia memasuki kamarku. "M...mwoya dongwoon?" "Aku mau mengobati kakimu" "Ta...tapi aku bisa sendiri" "Sudah diamlah,bisakah kau menurut tanpa ada teriakan mu itu?" Diapun memaksa mengambil kakiku dan mengobati dengan obat yang dia bawa,kenapa dia biasa saja? Apakah karena dia tidak melihatku sebagai seorang yeoja? Atau aku saja yang terlalu mempermasalahkan masalah ini? "Mwo?" Kata dongwoon yang tiba-tiba mendongakkan mukanya "A...aniya..." "Sakit?" "A...ani..." "Jinjja? Wajahmu merah gaeun,apa kau demam?" Kyaaa dia mendekatkan wajahnya dan menempelkan jidatnya pada jidatku,pabo! Ini merah bukan karena demam tapi karena mu! "Kau tidak demam,tapi sebaiknya kau tidak cepat malam ini" "N...ne..." Lalu dia keluar dari kamarku dan sebelumnya dia menyelimutiku,dan tanpa sadar aku merasa ketakutan. Tidur? Apa tidak apa-apa?
Dongwoon POV
Aku segera keluar dari kamarnya setelah menyelimutinya,ada apa ini? Kenapa aku merasa deg-degan didekatnya? Dan lagi aku tidak merasa nyeri saat menggendongnya,apa karena dia ringan atau apa? Drrttt...drrtt... telfon ku menyadarkan ku dari lamunanku "Annyeong... dongwoon" "Mwoya onew?" "Anu.. tadi taemin bilang kenapa kalian pulang duluan? Aku dan Jonghyun aja belum bertemu denganmu" "Ani... mian aku ada urusan mendadak" "Hey key bilang pasanganmu tadi seorang penari?" "Ne begitulah..." "Bagaimana kalau lusa kita bertemu distudioku?" "Arraseo... sampai bertemu lusa onew..." Selang beberapa lama setelah itu aku pun hanya menonton TV dan saat aku merasa ngantuk dan ingin tidak aku mendengar teriakan gaeun,akupun segera kekamarnya "APPA!! EOMMAA!! ANDWAEEEEEEEE" "Gaeun? Sadarlah gaeun..." akupun mengguncangkan badannya dan tak lama dia membuka matanya yang sudah penuh air mata "Mi...mianhe dongwoon... aku pasti menyangka ini akan terjadi.." "Mwo?" "Ani... hanya saja..." "Sudah cerita saja padaku.." "Waktu itu ku dengar hyung kedua ku diculik saat aku masih kecil,eomma selalu menyalahkan dirinya dan appa berusaha keras mencari siapa yang menculiknya. Saat kami pulang dari taman bermain eomma dan appa menemukannya dijalan,mereka mengejarnya dan .... mereka ditabrak mobil" "Gaeun...." aku melihat air matanya mulai menetes lagi dari matanya "Aku.... terus teringat hal itu,mereka meninggal didepan mataku.. Aku merasa andai waktu itu aku sudah besar harusnya aku yang menangkap penculik hyungku..." "Sudahlah gaeun" akupun memeluknya "Aku yakin hyungmu disana,disuatu tempat masih hidup dan merindukan keluarganya dan aku yakin bahwa eomma dan appa mu akan sedih kalau kau mengingat hal yang bukan salahmu. Sudah yah gaeun kau harus tidur.." "Ani... aku takut dongwoon,aku tidak mau" "Aku disini kok,aku akan menemanimu. Sudahlah istirahat saja yah" "Jinjja? Kau akan disini? Tapi pasti aku akan berteriak lagi" "Tenang saja aku akan menyadarkanmu,aku akan menyelamatkanmu...." "Gomawo..."
Setelah itu aku pun disampingnya dan memegang tangannya,aku tidak tahan saat dia menangis dan memanggil appa dan eommanya. Dia seperti aku,ya mimpi buruk yang selalu menghantuimu. Tapi kenapa ini mimpi buruk? Hyung bagaimana ini? Aku harus gimana? Kalau aku tidak lagi seperti gaeun apa itu artinya aku membuang tanggung jawabku dan juga pengorbananmu hyung? Hyung apa aku salah untuk menyuruhnya melupakan saat itu? Hyung tolong aku...
Gaeun POV
Akupun terbangun dipagi hari dan bersyukur semenjak dongwoon datang kekamarnya dia tidak mimpi buruk,dan dia tetap disampingku hingga dia tertidur dibawah. Dia masih memegang tanganku,gomawo dongwoon mungkin kalau tidak ada kau aku akan mimpi buruk lagi. Akupun merapikan rambut nya dan tanpa sadar aku mendengar suaranya "Hyung.... mianhe..." He? Hyung? Aku tidak pernah tau kalau dongwoon mempunyai hyung,tiba-tiba dongwoon membuka matanya "Hei selamat pagi" "Pagi dongwoon" "Bagaimana semalam? Tidak mimpi buruk lagi kan?" "Ani... gomawo dongwoon" "Ne cheonma" "Arraseo aku akan membuatkan kau sarapan yah" "Eh tunggu..." Saat aku berdiri tiba-tiba kakiku sakit dan aku akan jatuh,tapi dongwoon menangkap ku "Dasar yeoja ceroboh! Kakimu itu belum sembuh benar" "Hehehe mianh...." Aku menyadari jarak wajah kami berdua sangat dekat,dan tanpa sadar aku merasa dongwoon mendekatkan wajahnya perlahan dan aku menutup mataku malu. Saat wajah kami akan berdekatan bell apartemen dongwoon berbunyi dan membuat kami kaget dan dongwoon langsung kedepan untuk membukakan pintu,aku masih terduduk ditempat tidur dan memikirkan hal tadi. Aduh aku hampir saja berciuman dengan dongwoon "Annyeong gaeun,gimana keadaanmu?" "Taemin? Maksudnya..." "Aku sudah tau dari hyung kok kenapa kalian pulang duluan,tapi kalau dengan keadaan seperti ini besok tidak mungkin dong ke studio onew" "Eh? Studio onew? Salah satu penari SHINee?" "Ne... emang hyungku tidak cerita padamu kalau kau dan hyung diundang kesana" Aku pun memasang muka protes pada dongwoon yang sudah ada didepan pintu "Mwo? Onew menelfon ku tadi malam saat kau sudah tidur,bagaimana bisa aku memberitahumu kalau kau tidur pulas seperti kebo gitu" "Mwo kebo?" Oh ya dia tidak memberitahu taemin tentang masalah mimpi burukku? Memang sih aku melarangnya untuk memberitahukannya "Eh ya gaeun mian yah" "Mwo taemin?" "Aku pinjam hyung dulu yah,aku sudah membelikan kau sarapan dan makan siang. Tidak apa-apa kan?" "Tidak apa-apa kok,walau agak oleng aku masih bisa berjalan walau tidak keluar dari apartemen" "Yosh kalau gitu hyung siap-siap! Kajja!" "Ne taemin kau bawel sekali"
Dan mereka pun segera bersiap untuk pergi,taemin sudah lebih dulu keluar. Saat dongwoon mau keluar dia bilang padaku "Hati-hati kakimu masih sakit,kalau ada apa-apa telfon saja aku" "Ne dongwoon... sudahlah pergi sana,kajja" "Arraseo aku pergi dulu" Aku tertawa kecil karena bahagia akan perhatian dongwoon padaku,tapi sepertinya aku mencari hp ku tidak ketemu-ketemu. Dimana yah? Akupun menyusuri ruang tengah dengan perlahan,ah itu dia hp ku jatuh diantara lemari dongwoon. Eh apa ini? Foto? Aku melihat foto namja yang lumayan tampan,dia terlihat sama cool nya dengan dongwoon dan dia sedang main piano. Apa dia kenalan dongwoon? Saat ingin ke sofa tiba-tiba kakiku sakit dan aku jatuh kebelakang dan tidak sengaja juga aku menyenggol lemari dan jatuhlah salah satu buku dalam keadaan terbuka,kulihat buku itu ada foto dongwoon dan namja yang ada difoto tadi saat kecil. Eh? Apa mereka teman sejak kecil? Saat ku baca tiba-tiba aku kaget disamping foto itu tertulis "Dongwoon & Junhyung Hyung" eh? Jadi ini hyung nya dongwoon? Foto-foto saat mereka kecil? Les piano bersama? Bahkan kelulusan sekolah? Saat aku membaliknya aku terkejut karena aku melihat "Pemakaman Junhyung Hyung" jadi.. hyung dongwoon sudah tidak ada? Bagaimana perasaan dia saat tau kata-kataku? Akupun segera menutup buku itu dan mengembalikannya ke lemari,dongwoon... mianhe... aku merasa tidak enak dengannya Cklek, eh? "Wae gaeun? Aku pulang" Saat aku menengok itu adalah dongwoon,bagaimana ini? Aku tidak tau dengan wajah apa aku berhadapan dengan nya , setelah tau hal ini

No comments:

Post a Comment