Ga Eun POV
"Kenapa wajah mu seperti itu? Dan kenapa kau duduk dibawah? Apa kau terjatuh?" Khawatir dongwoon padaku "A...ani... tadi aku mencari hp ku dan saat aku sudah menemukannya dan mau duduk disofa aku merasa kakiku agak nyeri dan.... akhirnya aku terjatuh deh hehehe" Aduh senyumku pasti aneh,aku tidak bisa menyembunyikan kalau aku sudah tau hyungnya dongwoon "Huh yasudah kau bisa berdirikan? Mauku bantu?" "Ne..." Akupun berdiri dan dongwoon menuntunku menuju sofa dan duduk bersama "Kau dari mana dongwoon?" "Oh tadi? Taemin memaksakan ku untuk mengecheck tanganku ini karena supirku menceritakan bahwa aku menggendongmu" "Oh ya aku juga baru sadar,tanganmu tidak apa-apa?" "Gwenchana gaeun malah kata dokter dia cukup kaget karena aku bisa sembuh lebih cepat,apa ini karena menggendong mu?" "Kau ada-ada saja,mana mungkin!" "Oh ya kau tidak akan bisa mengajarkan dengan keadaan seperti ini,bagaimana kalau kita jalan-jalan" "Kemana?" "Rahasia~" "Aigooo kau tetap saja" Dia tersenyum jahil dan masuk kekamarnya,tapi dia membuka pintu lagi "Oh ya aku lupa,lebih baik kau siap-siap walau kau terlihat lucu dengan sweater ku itu" Eh? Habis tersenyum jahil diapun menutup pintu kamarnya,aduh dasar dongwoon dia selalu saja bisa membuat aku tersipu malu.
Dongwoon POV
Setelah aku mengganti baju dan menunggu gaeun siap akupun menyiapkan mobilku,aku merasa masih tidak enak dengan gaeun karena telah mengetahui keadaannya. Dan juga mungkin dia akan marah kalau tau aku sudah.... "Dongwoon? Gwenchana? Jangan melamun saat mengendarai mobil" "Ne.. Mianhe gaeun,bagaimana?" "Mwo? Apa nya yang bagaimana?" "Kakimu itu..." "Gwenchana dongwoon,aku sudah merasa mendingan" "Jinjja?" "Ne...."
Mobil ku pun melaju ke tempat yang kutuju yaitu taman bunga,aku tau kalau gaeun menyukai bunga karena semenjak dia datang ke apartemenku dia membawa bunga-bunga dalam pot seperti mawar dan anggrek. Aku senang bisa melihat wajah bahagianya itu karena melihat banyak bunga dan juga aku mengajaknya ke tempat temanku yang mempunyai banyak anak anjing,tanpa sadar aku terus melihat wajahnya dan aku ikut tersenyum saat dia senyum lebar seperti itu. Aku tidak pernah tau kalau dia mempunyai senyuman semanis itu,tapi apa senyuman itu akan bertahan saat aku membawanya kesana? Aku tidak tau tapi ini adalah keputusan ku "Dongwoon? Kau tidak makan?" Tawar gaeun padaku "Hmmm ne" setelah kami makan ditempat temanku kami pun pamit untuk ke tempat selanjutnya "Dongwoon..." "Hmm?" "Gomawo... hari ini aku senang sekali..." "Baguslah kalau begitu" "Wae? Kenapa sepertinya kau tidak terlihat semangat" "Mianhe gaeun... tapi ini demi kebaikkanmu" "Mwo?"
Kamipun sampai ditujuan,yaitu rumah lama Gaeun dulu. Semenjak aku menemaninya saat itu aku sudah menyuruh minhyuk untuk mencari informasi tentang gaeun,aku merasa agar dia tidak menyalahkan dirinya sendiri lagi aku harus membawanya ketempat itu kembali. "Dong...dongwoon.... bagaimana kau tau tempat ini?" Akupun terdiam dan turun dari mobil,aku berjalan menuju sisi lain mobil dan membuka pintu "Ayo kita turun gaeun" "Ta...tapi..." Akupun memberinya tangan tanda ingin membantu dia turun dari mobil,mianhe gaeun. "Gaeun~ah? Benarkah itu kau?" Gaeun lalu menengok kearah asal suara itu "Bibi Jang?" "Oh sudah kuduga kau adalah gaeun anak dari keluarga lee,kau tumbuh menjadi yeoja yang cantik yahh" "E..eh nee bibi..." Aku melihat wajahnya yang masih belum terbiasa dengan keadaan itu "Eh kau kan woonie kan?" "Ne bibi,lama tidak berjumpa" "Dongwoon kau kenal bibi jang?" "Tentu saja gaeun~ah! Woonie adalah teman dari anak bibi,tunggu bibi panggilkan yahh" Dan tidak lama kemudian kulihat namja dan yeoja yang aku kenal "Yooo woonie lama tidak berjumpa" "Hai seunggie hyung,geurim..." "Annyeong dongwoon hyung..."
Ga Eun POV
Ha? Dongwoon teman anak dari bibi Jang? Dan aku masih mengingat geurim dan hyunseung hyung yang jadi teman mainku dulu "Annyeong gaeun~ah lama tidak bertemu" senyum geurim padaku "E..eh itu..." "Mianhe geurim dia sedang sakit jadi beginilah" kata dongwoon "Oh aku harusnya yang minta maaf woonie hyung" Tak lama setelah dongwoon,geurim,hyunseung hyung dan bibi jang berbincang-bincang kamipun bersiap untuk pulang. Aku merasa seperti masih tinggal disebelah rumah mereka,aku masih ingat betapa baiknya mereka dan betapa ramahnya bibi jang dan juga anak-anaknya. Aku merasa seperti eomma dan appaku masih ada,saat kami akan meninggalkan rumah keluarga jang bibi jang memanggilku sebentar. "Gaeun~ah hyung mu baru-baru ini mampir loh.." "Benarkah? Gikwang hyung kemari?" "Ne dia ingin menjenguk seunggie~ah karena katanya sudah lama tidak bertemu,dan dia menitipkan ini padamu gaeun" bibi jang memberikan ku selembar foto,dan kulihat foto itu adalah namja yang masih kecil tapi sangat mirip dengan eomma "Bibi jang... ini...." "Ini foto hyung mu yang kedua,adik gikwang..." "Ini foto hyungku yang hilang diculik sebelum aku lahir?" "Ne gaeun,gikwang ingin kau menyimpannya..." "Bibi jang bolehkah aku bertanya?" "Ne gaeun..." "Siapakah nama hyung kedua ku ini? Bibi jang pasti mengenalnya kan?" "Mianhe gaeun... itu sudah lama sekali dan bibi sudah lupa... maafkan bibi yahh" "Gwenchana bibi,dengan ini saja aku sudah sangat bersyukur kok... gomawo bibi" Lalu sebelum pulang aku memeluk bibi jang dan kembali kedalam mobil.
"Gomawo dongwoon" "Hmm? Buat apa?" "Buat hari ini,kau membuat aku merasa masih tinggal disamping rumah keluarga jang..." "Aku tidak membuatmu sedih?" "Karena itulah dalam perjalanan kau kelihatan pucat?" "Eh... anu...." "Ah sudahlah dongwoon,mereka bukan kenangan menyedihkan buatku... Mereka keluarga keduaku" "Syukurlah kalau itu tidak membuatmu sedih" Lalu ia tersenyum padaku,baru kali ini aku melihat senyumnya itu. Aku merasa jantungku tidak bisa tenang kembali,apa benar ini rasa cinta padanya?
Setelah 6 hari tinggal di apartemen dongwoon kakiku pun sembuh total dan aku dapat kembali ke apartemenku,sesuai pemikiran ku bahwa ada surat dari gikwang hyung. Isinya dia sangat merindukanku dan dia bingung karena aku tidak ada diapartemenku dan mau tidak mau karena urusan kerjaan hyung kembali lagi ke jepang,aku rindu dengan dirinya. Aku sangat mengaguminya karena dapat bertahan hidup dijepang sendirian,masih kuingat hyung lah yang bekerja keras dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mengantikan appa membiayaiku. Tapi ngomong-ngomong soal bekerja kayaknya aku telat nih,saat aku terburu-buru dan akan berlari kearah mobilku kulihat sudah ada taemin disana "Kau sudah kuizinkan untuk tidak mengajar hari ini,jadi kau ada waktu untuk berbicara denganku kan gaeun?"
Dongwoon POV
Rasanya cukup sepi dia sudah tidak lagi menginap disini,dan rasanya aku merasa ada yang hilang.... tunggu-tunggu! Apa-apaan itu! Jadi aku merasa sepi kalau si yeoja serampangan itu sudah tidak tinggal lagi disini? Apa-apaan itu son dongwoon! Apa itu artinya kau..... Ting tong! Suara bell apartemenku pun mengagetkanku dan aku membukanya "Minhyuk,mwoya?" "Mwo? Kenapa kau galak sekali? Apa karena dia sudah tidak tinggal disini" "Aniya! Sudah katakan saja apa keperluanmu datang kesini" "Ah kau gampang sekali ditebak dongwoon,kau merasa kesepian yah?" "Sudah hentikan! Cepat katakan atau tidak aku akan segera tidur" "Arraseooo dongwoon-ssi! Aku ingin bertanya padamu" "Soal apa?" "Ini foto milikmu?" Minhyuk memberikan ku selembar foto namja kecil yang wajahnya aku merasa tidak asing lagi "Ani... ini bukan milikku,kau menemukannya dimana?" "Dimobilmu..." "Mungkin saja itu punya gaeun yang ketinggalan,kalau tidak salah dengar bibi jang memberikannya karena itu titipan hyungnya" "Lalu?" Dengan senyum jahil minhyuk aku sudah tau kalau dia ingin menggodaku karena aku mencuri dengan pembicaraan gaeun waktu itu dengan bibi jang,dan aku berusaha tidak menghiraukan senyum jahilnya itu "Yahh kalau tidak salah itu foto hyung kedua nya yang diculik waktu itu..." Tiba-tiba saja wajah minhyuk berubah agak pucat dan berekspresi seperti kaget "Mwoya minhyuk?" "Anu... kalau tidak salah yah,mungkin saja hanya kesamaan wajah saja... apa dia tidak mirip dengan....." "Mwoya?"
"Eomma apakah itu benar?" "Ne dongwoon tapi tolong jangan beritahu dulu,appamu sendiri juga tidak membolehkan eomma berbicara. Tapi untukmu eomma akan berbicara" "Eomma... gomawo... mianhe" "Mianhe? Buat apa dongwoon? Kenapa kau tidak jelaskan saja ada masalah apa dongwoon?" "Cepat atau lambat aku pasti akan memberitahukanmu eomma" "Tunggu dongwoo..." Aku mematikan hpku sebelum eomma ku menyelesaikan pembicaraanku,aku menelfon gaeun tapi tidak diangkat-angkat. Kemana dia? Disaat seperti ini,apa jangan-jangan....
Ga Eun POV
Akupun mengikuti taemin kearah restoran yang cukup antik dan lucu,dia memesan tempat khusus untuk kami berdua. Aku merasa ada perasaan yang kurang enak dan lagi dia sampai nekat mengizinkan ku untuk tidak mengajar hari ini,ada apa yah? "Gaeun..." "Ne... taemin... wae?" "Mian aku lancang dengan membawamu kemari sampai mengizinkanmu untuk tidak mengajar hari ini" "Gwen...gwenchana... memang ada apa? Kau bertengkar dengan hyungmu?" "Aniya... ini bukan tentang hyung, ini tentang aku" "Kenapa dengan kau?" "Begini gaeun..." Drrttt....drrrttt hp taemin pun bergetar dan melantunkan lagu Beast - Shock "Tunggu sebentar hyungku menelfon" "Ne..." "Mwo hyung?..... Ha dimana?..... Memang sih gaeun bersamaku,ada apa?...... Ha kembali ke apartemen hyung? Tidak bisa nanti saja hyung? ...... arraseo...." "Wae taemin?" "Dia ingin berbicara denganmu diapartemennya" "Lalu? Kita kesana sekarang?" "Ani.... aku ingin berbicara dulu" "Arraseoo berbicaralah..." "Anu... gaeun..." "Ne?" "Aku menyukaimu,maukah kau menjadi yeojachinguku?" "Eh...?"
No comments:
Post a Comment