B2UTY Always There For BEAST!!

B2UTY Always There For BEAST!!
@nshabrina

Thursday, October 30, 2014

Infinitely Yours (FF) Last Eps

 Doojoon POV
Aku merasa ada yang menggoyang badanku? Siapa? Saat ku perlahan membuka mataku "Doojoon~ah! Aigoo akhirnya kau bangun juga!" "Shin...shinyeong..." "Mwo? Kenapa mukamu pucat seperti habis lihat setan saja,katanya kau mau mengajakku ke taman hachiko hari ini. Jangan bilang kau lupa" Eh? Kenapa aku bisa kembali lagi? Apakah aku sudah mati? Atau aku hanya bermimpi? "Ya doojoon~ah!" "E..eh mian shinyeong aku tidak lupa kok" "Arraseo,kajja doojoon~ah! Mandi" "Nenenene!" Aku kengen dengan bawelnya dia,gaya dia memarahiku dan wajah sok betenya itu. Lalu apakah alodia itu hanya mimpi?
"Huaaah memang menyenangkan jalan-jalan ketaman ini" "Kau berlebihan ah" "Doojoon~ah kau memang tidak pernah mengerti tempat enak yah? Sayang sekali" "Huh gayamu sudah seperti nenek-nenek saja loh" "Mwo? Nenek-nenek? Aku tidak setua itu" "Ya! Sakit! Stop shinyeong stop" "Aniya!!!" "Ya! Aku minta maaf" "Huuh begitu dong" Aku sudah tau kalau dia juga hanya bercanda,aku sudah terbiasa dan sudah tau wajah dia yang pura-pura kesal denganku agar aku meminta maaf duluan padanya. Dasar shinyeong! "Eh doojoon~ah bagaimana kalau kita jalan-jalan?" "Ne..."
Alodia POV
Dia belum membuka matanya,dia masih dalam keadaan koma. Shinyeong apa kau benar-benar akan membawanya bersama mu? Doojoon kumohon bertahanlah "Noona?Gwenchana?" "Hmm? Gwenchana woonie,mwo?" "Ani,hanya saja kalau noona capek aku saja yang menjaga hyung. Toh sudah 3hari noona tidak pulang bukan?" "Tapi eomma doojoon sudah menitipkannya padaku..." "Tenang noona eomma juga sudah menitipkan hyung padaku,paling tidak noona harus tidur walau sebentar" "Aku akan istirahat woonie,tapi sebentar lagi saja...." "Arraseo noona,aku belikan makanan yah? Noona belum makan kan?" Aku mengangguk pelan,aku terus memegang tangan doojoon dan berharap dia cepat sadar. "Shinyeong..." Eh? "Doojoon? Kau sudah bangun?" Tapi tidak ada balasan darinya,apa mungkin itu hanya halusinasi ku? Doojoon kuharap kau memikirkan eomma mu dan juga teman-temanmu,aku yakin kau akan segera bangun dan tersenyum jahil seperti sebelumnya. Tanpa sadar aku terlelap disampingnya "Doojoon~ah siapa yeoja itu?" "Yeoja itu sangatlah old school sekali? Kau kenal dia doojoon~ah?" kata kedua yeoja yang bergelayut manja dilengan doojoon "Ani.." Lalu kulihat shinyeong memucat dan mendekat pada doojoon,lalu menamparnya "Apa-apaan sih? Dasar yeoja jelek" dorong salah satu yeoja itu "Shin...." "Doojoon~ah.... kau tidak mengingatku?" tanya shinyeong yang terduduk karena didorong yeoja tadi "Anu..." "Arraseo,mianhe.. Kau bukan doojoon~ah yang ku sayang,mian menganggumu" Shinyeong pun berdiri dan berlari dengan cepat,lalu doojoon pun melepas gandengan dua yeoja itu dan berlari meninggalkannya dan mengejar shinyeong "Tunggu shinyeong... apa yang kau bilang tadi?" Shinyeong tidak menengok sama sekali dan terus berlari "Tunggu shinyeong!!! Aku butuh berbicara denganmu" "Ani! Sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan! Aku benci kau!" Dan dengan cepat aku melihat mobil hitam melesat dan menabrak shinyeong,aku melihat wajah doojoon yang seketika pucat. Berlari kearah shinyeong dan memeluknya,setelah mengetahui shinyeong sudah tidak ada dia menangis keras. Dan saat itu akupun terbangun "Doojoon....." aku menangis karena telah mengetahui itu semua, shinyeong apa kau akan membawanya?
Doojoon POV
"Ya doojoon~ah" "Hmm?" "Mau sampai kapan kau tiduran disitu? Kau janji akan membawa ku ke pantai kan?" "Harus hari ini? Kan masih ada waktu" Aku tidak mendengar balasan shinyeong dia malah menunduk dan wajahnya agak memucat "Ne... harus hari ini..." "Arraseo sebentar lagi kita berangkat" Aku melihat telapak tanganku,entah kenapa tangan ku selalu berkeringat dan juga terasa sangat hangat. Aku merasakan kerinduan kepada seseorang namun itu bukan shinyeong,nugu? "Doojoon~ah? Wae? Kajja!" "Ne shinyeong,sabar dong" 
"Doojoon~ah kenapa kau sering sekali memandangi tanganmu?" "Entah kenapa akhir-akhir ini tanganku terlalu berkeringat dan terasa sangat hangat" Lagi-lagi aku melihat shinyeong menunduk "Gwenchana shinyeong?" "Gwenchana...." "Sebentar lagi kita sampai kok dipantai?" "Hemmm" Ada apa dengan shinyeong? Sikapnya berubah tiba-tiba,apa dia sedang tidak enak badan? Setelah kami sampai dipantai kami berenang dan juga memakan bekal buatan shinyeong,aku merasa sangat dekat dengan nya. Kami bercanda tawa dan berlarian dipinggir pantai sampai saat sunset tiba kami saling berdekapan dan aku merasa ini waktunya untuk menyatakan perasaan ku padanya "Shinyeong..." "Hmm? Mwo doojoon~ah?" "Anu... aku ingin berbicara sesuatu.." "Katakan saja,kau tau kan aku ini pendengar yang baik? Dan akan selalu menemanimu?" "Hmm aku tau itu" "Jadi... kau mau bicara apa?" "Anu... shinyeong... aku menyukaimu..." Tidak ada respon dari shinyeong,tiba-tiba tanganku merasa basah. Apa shinyeong menangis? "Shinyeong? Gwenchana? Kenapa kau menangis?" "Gwenchana... aku menangis karena aku senang,karena akhirnya kau mengatakannya" "Eh....?" "Doojoon~ah,aku juga menyukaimu... saranghe"
Alodia POV
Tiba-tiba saja saat aku pulang dari kampus untuk menjenguk doojoon,ruangan doojoon sangat penuh. Kulihat woonie sudah ada diluar dan menunggu "Woonie? Gwenchana? Ada apa dengan doojoon?" "Tiba-tiba saja hyung..." Lalu aku lari kearah keluar dan pergi ke taman waktu itu,taman dibelakang kampus tempat kesukaan kami. Aku tersungkur dan menangis mendengar kata-kata woonie kalau doojoon tiba-tiba drop dan kritis,bagaimana bisa? Shinyeong kau benar-benar akan membawanya? Doojoon? Apa kau akan pergi bersama shinyeong? 
"Aku tidak akan melakukan itu..." "Shinyeong? Shinyeong kan? Kumohon jangan bawa doojoon" "Tapi aku tidak bisa menahan perasaan ini,rasa rinduku bersama dia dan menjalani tiap waktu bersamanya" "Tapi apa kau rela melihat teman-teman bahkan keluarga doojoon sedih? Shinyeong kita harus berusaha tidak egois! Aku tau kau bahagia bersamanya tapi ini terlalu cepat shinyeong! Nanti... saat dia sudah tua, dia pasti akan kembali padamu" "Alodia... mianhe... mianhe..." Lalu suara dan bayang-bayang shinyeong menghilang,tidak mungkin! Apa shinyeong apa membawa doojoon? Aku pun berlari kembali kerumah sakit dan kulihat eomma dan appa doojoon menangis didepan pintu bersama dengan mina, ilhoon dan woonie. "Alodia? Alodia... doojoon...." "Wae eomma? Doojoon kenapa?" "Dia dalam keadaan kritis.... eomma... eomma takut kehilangan doojoon" Eomma pun memeluk ku dan menangis,kumohon doojoon dengarlah suara eomma mu. Kumohon kembali lah!
Doojoon POV
"Doojoon! Kembalilah" eh? Aku merasa mendengar suara yeoja yang tidak asing,siapa yah? "Doojoon~ah? Wae?" "Eh... ani..." "Doojoon...." Eomma? Kenapa aku mendengar suaranya? Kenapa dia menangis? "Doojoon hyung,bangun lah" Woonie? "Doojoon~ah? Kau benar baik-baik saja?" "Shinyeong kenapa aku mendengar suara eomma yang menangis? Kenapa aku mendengar woonie yang berteriak bangun dan kembali?" Shinyeong menunduk lagi "Shinyeong?" Dia menangis "E..eh.. gwenchana shinyeong?" "Mungkin benar kata yeoja itu,ini bukan saatnya...." "Maksudmu? Kau akan meninggalkanku lagi? Kau bilang kita akan selalu bersama kan?" "Mianhe doojoon~ah,mungkin nanti... tidak sekarang" "Mau kemana kau shinyeong? Jangan tinggalkan aku lagi" "Aku tidak akan meninggalkanmu,aku selalu ada dihatimu... Lagipula bukan aku yang pergi" "Eh...?" "Kau lah yang harus kembali doojoon~ah , mereka menunggumu... kembalilah" "Aniya shinyeong,aku tidak mau jauh darimu..." tiba-tiba tubuhku perlahan menghilang "Ani... tunggu! Shinyeong!" "Selamat tinggal doojoon,kita akan bertemu lagi kelak..." "Shinyeong...." "Saranghe... doojoon~ah"
Shinyeong menghilang,dan saat ku buka mataku aku merasa kenal dengan aroma ruangan ini. Ini... dirumah sakit? Tiba-tiba eomma ku memeluk "Doojoon...." "E...eomma? Kenapa kau menangis?Appa? Woonie? Hoonie? Mina? Alodia? Wae?" Aku yang bingungpun dipeluki oleh mereka semua
Setelah 1 bulan dirumah sakit akhirnya aku keluar juga,aku mengerti setelah alodia menjelaskan semuanya. Tidak lama setelah aku keluar dari rumah sakit akupun ke jepang untuk menengok makam shinyeong "Shinyeong... gomawo,aku yakin kita akan bersama kelak... saat sudah tiba waktuku dan kita akan bertemu lagi... saranghe Kim Shin Yeong"
"Selamat atas kelulusannya doojoon" "Selamat hyung..." "Ya kalian terlalu berlebihan! Padahal alodia sendiri sudah lulus 2 bulan yang lalu" "Loh itu hebat bukan hyung? Kau bisa mengejar ketinggalan semester hanya dalam 2 bulan? Aku sendiri masih akan lulus 6-7 bulan lagi" "Ya! Aku sendiri belum kuliah" teriak hoonie pada kami "Sabar nanti juga kuliah kok hoonie" "Hehehe ne noona" "Kan kan! Kau tersipu-sipu lagi oleh noona!" "Ya! Mina kau selalu saja cemburu! Kan ku bilang cinta ku hanya untuk mu" "Ahh lagi-lagi pertengkaran sepasang kekasih,ah hanya aku yang tidak punya kekasih mending aku berangkat saja" "Kau mau kemana woonie?" "Aku ada kelas sore ini" "Oke hati-hati woonie" Setelah woonie pergi ilhoon dan mina pun pamit pergi untuk berkencan dan untung nya mina sudah tidak ngambek lagi, lalu alodia pun duduk disampingku "Selamat doojoon..." "Gomawo chagi" "Hmmm ne cheonma" "Hei chagi kau bisa saja memanggil ku doojoon~ah loh" "Eh? Apa tidak akan mengingatkan mu akan shinyeong?" "Hmm ani.. karena aku sekarang hanya milikmu chagi.." "Arraseo doojoon~ah,saranghee" "Saranghee alodia..." "Semoga kalian berbahagia" "Eh?" Kami berteriak bersamaan "Doojoon~ah kau dengar tadi?" "Ne... itu seperti suara..." "SHINYEONG" teriak kami bersamaan , kami saling pandang dan langsung tertawa bersama. Gomawo shinyeong atas semuanya,aku tidak akan melupakanmu... tidak akan pernah!

Tuesday, October 28, 2014

When they read their FF (OneShoot)

*Setelah Manggung Live 12:30*
Yoseob : Aigooo~ capeknya , mwo? Kwangie sedang apa? Kenapa wajahmu sedih?
Gikwang : Aku sedang membaca FF yang judulnya Last Minute seobie,mereka menceritakan aku ngomong-ngomong ada kau juga loh
Yoseob : Jinjja? Mana-mana?
Junhyung : Berisik kalian! Aigoo hanya FF saja kok diributin?
Hyunseung : Ya junhyung kau dibicarakan di FF You're The One! nih!
Junhyung : Mwo?Jinjja? *Membaca* Aigoooo aku menikah dengan hara?
Yoseob : Mana-mana? *Kepo* aigoo! Hyunseung menikah dengan hyuna?
Dongwoon : Kenapa kalian berisik sekali?
Doojoon : Mereka sedang baca FF
Dongwoon : Kau sendiri sedang apa hyung?
Doojoon : Hehehe nado,baca FF Infinitely Yours
Gikwang : Aigooo dojoon hyung dipasangkan dengan yeoja cantik? Aku iri
Hyunseung : Ya! Kenapa gikwang harus dengan adikku?
Yoseob : Kenapa juga aku harus selalu dengan IU/eunji?
Gikwang : Ya jangan salahkan aku! Aku diceritakan meninggal! Hyung enak berakhir happy ending!
Junhyung : Bawel kalian! Aku hanya muncul sebentar di FF hyunseung!
Doojoon : *tatapanjahil* kau iri yah? Junhyung...
Junhyung : Weh? Ani.... hanya saja...
Dongwoon : Aku juga hanya sebentar,malah yang dapat pacar malah ilhoon
Yoseob , Dongwoon , Junhyung : Kami kapan jadi pemeran utama?????


khuhuhu sabar yah kalian ber3 *chuuu* #Penulis

Infinitely Yours (FF) Eps.9

Doojoon POV
"Doojoon..." "Sudah kubilang jangan mengikuti ku terus! Kau ini sudah tidak satu kelas denganku" "Kenapa kau begitu dingin padaku?" "Bukankah kau dulu yang menjauh dariku alodia?" "Ta...tapi..." "Kau sendiri kan yang merasa aku terlalu menyamai dirimu dengan shinyeong? Asal kau tau shinyeong lebih lembut , lebih cantik dan lebih baik darimu! Jangan harap kau merasa sama dengannya" "Ani aku tidak merasa sama dengan nya tunggu doojoon... aw" "Gwenchana? Sudah kubilang jangan ikuti aku" "Berarti rasa sukamu untukku karena aku adalah akukan?" Bagaimana bisa aku bicara sekarang? Dengan kepalaku yang penuh akan shinyeong dan juga tentang eunjung yang ternyata si penabrak shinyeong "Mian alodia aku ada kelas,aku harus masuk" Pabo doojoon! Meninggalkan seorang yeoja yang terjatuh itu sungguh bukan dirimu! Tapi bagaimana lagi? Shinyeong kumohon beritahu aku!
Alodia POV
Dia sepertinya masih marah padaku,tapi aku merasa dengan kata-katanya itu berarti dia menyukaiku bukan karena aku mirip dengan mantan pacarnya itu. Semenjak kejadian itu eunjung tidak pernah hadir kuliah dan ku dengar bahwa dia akan pindah kuliah dari ini,apakah karena doojoon memutuskannya dan menolak untuk bertemu dengannya? Kudengar dari woonie doojoon benar-benar membenci eunjung karena dialah yang menabrak orang yang dicintai doojoon itu,aku sendiri juga kaget dengan pernyataan eunjung saat itu. Dia bilang aku mencuri namja yang ia sukai padahal aku merasa tidak berpacaran dengan siapa-siapa saat itu,aku makin pusing! "Alodia noona?" "Eh...woonie.. mwoya?" "Ani,hanya saja bagaimana pulang kampus kita makan bersama" "Makan bersama? Dengan siapa saja?" "Kau , aku , ilhoon , mina dan doojoon hyung" "Tapi apa doojoon tidak akan ikut kalau tau aku akan ikut?" "Tenang saja kan ada aku dan mina yang membujuk hyung" "Hmmm,arraseo... Baiklah aku ikut" "Ok noona aku tunggu digerbang yah pulang nanti" sambil melambaikan tangannya woonie pun pergi kekelasnya,aku pun segera memasuki kelas ku dan kulihat dibangku ku ada tulisan yang aku kenal "Mianhe,bisa kah kita bicara ditempat biasa? Tempat terakhir kali kau menangis" .
"Annyeong..." "Annyeong alodia" "Kau mau bicara apa doojoon? Kau sudah tidak marah padaku?" "Kenapa aku harus marah padamu?" "Kukira kau marah padaku" "Woonie bilang padaku.... bahwa shinyeong menghampirimu yah?" "Hmmm... begitulah..." "Bagaimana kalau kita berbicara sambil duduk saja? Duduklah alodia" "Arraseo...." lalu aku duduk disampingnya "Lalu kau mau menanyakan apalagi doojoon?" "Shinyeong menitipkan pesan padamu yah?" "Bagaimana.... pasti woonie yah?" "Kau salah..." "Lalu....? Shinyeong?" "Hmm begitulah,dia bilang semua yang terjadi adalah salahnya. Harusnya dia bisa saja memberitahu perasaannya karena kami berteman sejak kecil dan terus bermain bersama sampai aku SMA,dan dia meminta maaf padaku karena telah menyakitiku" "Nah itu kau tau kenapa kau bertanya padaku lagi?" "Karena aku masih tidak mengerti kenapa shinyeong bisa datang kepadamu yang tidak dia kenal,dan lagi shinyeong bilang dia yakin padamu" Mwo? Dia juga bilang pada doojoon? Aduh bagaimana aku menjelaskannya yah "Eh...itu.. anu..." "Hahahaha! Tenang saja aku mengerti kok,yeoja memang selalu membuatku bingung" "M...mwo? Maksudmu?" "Dia yakin kalau kau memang mencintaiku dengan tulus dan bisa menjagaku,benarkan?" Aigoo aku tidak bisa menatapnya,duhh shinyeong kenapa dengan namja satu ini? Tiba-tiba menjadi hening dan saat kulihat doojoon sudah tertidur disampingku,aigoo bagaimana bisa dia tidur ditaman? Apa dia tidak akan terkena flu? "Ya doojoon! Bangun! Kau akan terkena flu kalau tertidur disini" "Aku tidak tertidur kok" Lalu dengan cepat dia menarikku kedalam pelukkan nya "Aish! Kenapa kau memelukku? Cepat lepaskan" "Ani,aku tidak mau" "Ehhh? Dasar kau seperti anak kecil" "Hehehe mianhee,alodia" Aku mendongakkan kepalaku "Mwoya?" "Saranghe..." Ehhhh??? Duh dasar doojoon! Bisa saja membuat aku salah tingkah begini,dengan malu-malu aku membalasnya pelan "Na...nado..." 
Doojoon POV
"Wah kalian sudah berpacaran? Selamat yah hyung aku senang mendengarnya" "Ya kenapa kalian ribut sekali? Memangnya aku ini seperti tipe namja yang tidak laku?" "Ani hyung hanya saja terakhir aku kurang suka dengan yeojachingumu" "Maksudmu eunjung hoonie?" "Hmm begitulah hyung" "Mina juga tidak suka dengan nya hyung,soalnya dia selalu memandangku sinis dan lagi dia tidak sebaik alodia noona" "Sudahlah mina,kan hyung sudah berpacaran dengan alodia noona" "Betul kata hoonie mina,hyung kan sudah putus.Eh woonie kenapa kau keliatan murung begitu?" "Ani... hyung bisakah aku bicara denganmu? Berdua saja" "Arraseo mari kita kebawah..." Setelah itu aku dan woonie duduk di dapur "Mwoya woonie?" "Anu hyung begini,aku senang kalau kalian bersama. Aku tau karena aku sempat melihat kalian berdua ditaman kemarin" "Lalu? Apa kau mau bertanya apa aku menyamai dia dengan shinyeong? Tenang saja aku tidak menyamai mereka kok" "Bukan itu hyung tapi saat aku melihatmu ditaman waktu itu aku juga melihat ada eunjung disana" "Eh? Eunjung? Bukannya dia sudah pindah" "Aku tidak tau hyung,tapi aku merasa dia akan melakukan hal yang berbahaya" "Maksudmu?" "Kau tau tentang kecelakaan shinyeong kan?" "Hmm,lalu?" "Jadi saat itu eunjung menyukai seseorang namja yang menjadi senior shinyeong waktu itu,tapi dia ada kesalahpahaman. Dia mengira shinyeong adalah alodia,jadi dia merasa sangat kesal kalau sahabatnya itu mengambil namja yang disukainya..." "Tunggu-tunggu,sahabat? Jadi alodia itu sahabatnya eunjung?" "Ne,dia lupa karena kejadian menabrak itu. Lalu dia berencana menabrak alodia atau shinyeong yang dia kira alodia, nah disaat itu saat dia melihat shinyeong dengan mu dia makin marah karena sudah mengambil namja yang dia suka diapun dekat dengan namja lain..." "Jadi... eunjung menabrak shinyeong yang dia kira alodia?" "Ne,padahal menurutku sih itu memang murni kecelakaan. Tapi ternyata malam itu eunjung sudah kepalang emosi dan menabrak orang lain tanpa dia tau,sebenarnya dia sempat melihat bahwa itu bukan alodia pada detik-detik ingin menabrak shinyeong. Akhirnya dia shock dan kehilangan ingatannya,entah kenapa waktu itu pandangan eunjung sangatlah mencurigakan. Aku takut kalau alodia diincar olehnya" "Tunggu-tunggu,alodia baru saja mengirimiku pesan bahwa dia akan kesupermarket yang agak jauh dari rumahnya" "Hyung kita harus cepat-cepat kesana,aku takut kalau alodia diincar oleh eunjung lagi" Setelah kami memberitahu ilhoon dan mina aku dan woonie pergi ke tempat supermarket yang alodia beritahu,andwae! Jangan sampai kejadian shinyeong terulang lagi! Andwae
Alodia POV
Kenapa yang doojoon bilang dia akan kesini? Padahalkan aku bisa pulang sendiri,drrtt...drrtt... lagu Sad Movie dari Beast mengalun dari hp ku dan kulihat itu adalah doojoon "Annyeong doojoon,kau dimana?" "Aku sudah dekat,kumohon jangan pergi ke...." "Eh? Kemana? Kenapa suaramu putus-putus?" "Pokoknya jangan ke.... tunggu saja aku di...... pinggir jalan" Mwo? Ketutup? Sinyal disekitar sini memang tidak bagus,tadi samar-samar aku mendengar pinggir jalan,mungkin saja dari seberang sana yah? Aku menyebrang saja dulu,saat aku berjalan tiba-tiba ada teriakan kencang "ALOOOODIIIIIAAAA!" Saat aku menengok aku melihat mobil yang melaju kencang kearahku "ANIYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Saat kubuka mataku aku sudah ada dipinggir,tapi "DOOJOON!!"
Woonie segera memanggil ambulans,andwae kenapa doojoon? Kenapa dia menolongku? Kumohon doojoon bertahanlah,lalu kulihat ada polisi yang menangkap seseorang yang mengendarai mobil itu dan kulihat itu adalah eunjung. Setelah doojoon diangkut ambulans aku pun menghampiri eunjung yang terus meneriakkan nama doojoon "JOONIE!!! Jooonieku!!! Mau apa kau yeoja jahat? Harusnya kau yang tertabrak bukan doojoon!" PLAK! Akupun menamparnya "Kau sendiri yang menabraknya bukan? Kaulah yang jahat! Sampai dia tidak terselamatkan,aku....aku akan...." "Alodia noona ayo kita kerumah sakit..." "Ne woonie" Setelah woonie menarikku untuk pergi kerumah sakit aku masih memikirkan hal tadi dimana doojoon ditabrak didepanku,inikah perasaan doojoon saat itu? Saat melihat shinyeong tertabrak dan menghembuskan nafas terakhirnya disana? Kumohon shinyeong jangan bawa doojoon,kumohon.... "Doojoon~ah , saranghe.." "Eh?" "Mwo noona? Gwenchana?" "Gwe...gwenchana.." Tadi suara shinyeong kan? Jangan-jangan....

Monday, October 27, 2014

Infinitely Yours (FF) Eps.8

Doojoon POV
"Kau tidak boleh menjadikannya pelarian dong! Kau tidak boleh menyakiti perasaan seorang yeoja doojoon~ah" "Kalau begitu kenapa kau tidak kembali saja kesisiku?" "Aku sudah tidak bisa,tenang saja kau akan mendapatkan penggantiku doojoon~ah. Saranghe" "Saranghe shinyeong..."
"Hyung? Kau sudah sadar?" "Ne... kau sudah memesan tiket pesawat woonie?" "Sudah,nanti malam jam 7 pesawat kita ke korea. Lebih baik hyung mandi dulu dan makan,aku sudah membelikan mu makanan" "Ne,gomawo woonie" Aku berada dijepang,ya seperti keiinginan ku saat itu aku akhirnya mendatangi makam shinyeong. Tapi semenjak aku sampai disini aku makin sering memimpikannya,tempat ini... Apartemen ku yang dulu sering dikunjungi shinyeong,shinyeong aku rindu padamu.. Drrt..drrrt... lagu No More dari Beast pun mengalun pelan dari hp ku dan ku tengok itu adalah eunjung "Annyeong eunjung,mwoya?" "Annyeong joonie,kau akan pulang kapan?" "Besok... Bagaimana keadaanmu?" "Sudah membaik kok,kau sudah makan?" "Aku baru saja selesai mandi dan sekarang akan makan kok" "Oh arraseo,jangan lupa makan yah joonie. Saranghe joonie" "Nado...." akupun menutup telfon dari eunjung dan kusadari sudah hampir 2 minggu kami berpacaran,aku sudah tidak sempat melihat alodia karena aku sudah 1 semester lebih dulu darinya. Sedangkan eunjung menempati semester yang sama dengan alodia,aku merasa bersalah dengan eunjung karena aku berpacaran dengan nya tanpa ada perasaan suka sedikitpun. Bagaimana ini? "Doojoon~ah ayo makan!" eh? Suara shinyeong lagi? Aku merasa semenjak dijepang aku begitu dekat dengan shinyeong,bayang-bayang nya dan suaranya selalu terdengar. Entah kenapa waktu aku melewati jalan itu,jalan dimana shinyeong menghembuskan nafas terakhirnya aku juga merasa mengulang kejadian itu. Memang hampir 60% adalah salahku tapi yang kuingat orang yang menabrak shinyeong pun juga sedang dalam keadaan mabuk dan juga sempat melarikan diri sehabis menabrak shinyeong,untung saja waktu itu aku mengingat plat nomornya dan diapun ditangkap. Aku mengingat jelas wajah shinyeong saat itu dan amarah ku dimana orang yang menabrak shinyeong dibebaskan dengan mudahnya hanya karena dia kehilangan ingatan! Bagaimana bisa? Dia sudah membunuh orang dan dia bebas dengan seenaknya? Sial kalau saja waktu itu aku ikut ke kantor polisi pasti aku tau siapa yang menabrak shinyeong...
Alodia POV
"Ya alodia-chan!" "Eh...nani? Apa yang kau katanya Shizu?" "Aku sudah jauh-jauh dari jepang kemari demi menengok sahabatku satu ini,dia malah melamun didepanku. Kau jahat sekali" "Ani...shizu...mianhe..." "Heyyy kau sudah terbiasa dengan korea?" "Eh...eh bukan berarti aku melupakan jepang...anu... hanya saja..." "Nenenene aku tau alodia,aku senang kalau tau kau sudah mempunyai banyak teman dan sudah terbiasa dikorea... aku tenang kalau begitu" "Eh? Kau mengkhawatirkanku?" "Aku ini tipe orang yang tidak akan melupakan sahabatnya begitu saja bukan?" "Ahhh arigatou shizuuuu" "Ya kau terlalu berlebihan! Hey bukannya ada hal yang ingin kau tanyakan padaku?" "Oh ya,kau masih ingat eunjung? Ham Eun Jung?" "Hmm.... Oh yang dulu sempat tinggal disebelah rumahmu dijepang kan?" "Ne..." "Bukankah kalian juga sempat berteman? Apa kau bertemunya lagi disini?" "Ne..." "Bagus dong kalau begitu,tapi kenapa wajahmu sedih begitu? Apa dia jahat kepadamu?" "Ani... dia seperti melupakan ku" "Mwo? Melupakanmu?" "Ne shizu,aku sendiri pun bingung padahal kami berteman lebih dari 1 tahun dan dia lupa akan segalanya" "Sudahlah alodia,mungkin dia memang bukan teman yang baik..." Setelah shizu pamit pulang aku pun berpikir lagi,oh ya aku lupa menanyakan soal shinyeong! Sepertinya aku tidak merasa asing dengan nama itu dan pernah mendengar namanya sebelumnya,tapi entah kenapa aku tidak bisa mengingatnya. Tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku "Kau mau tau?" Kulihat yeoja yang cantik dan tampaknya tidak begitu berbeda dengan ku "Nuguya?" "Aku? Aku adalah orang yang ingin kau tau,aku adalah....."
Aku segera berlari kearah stasiun,andwae bagaimana bisa? Setelah aku tau ceritanya aku malah panik begini? Tapi paling tidak aku memang harus bertemu dengan doojoon! Aku harus memberitahukan dia tentang ini,pantas saja banyak kejanggalan diotakku ternyata memang begitu. "Alodia?" Aku menengok kearah namja yang ku kenal itu "Seunghoo-ssi?" "Kenapa kau berlari ditengah malam begini?" "Anu...aku sedang terburu-bur...." Tiba-tiba aku seperti merasa kenal dengannya "Seunghoo-ssi kumohon ikutlah denganku" "Eh? Mwo? Kemana?" "Sudah ikut sajaa"
Doojoon POV
"Joonie kenapa wajahmu murung? Apa karena kau terlalu lelah dari jepang?" "Ani hanya saja...." Mana mungkin aku memberitahumu kalau aku merasa sedih jauh dari shinyeong... Semenjak kepulanganku dari jepang aku tidak lagi memimpikan shinyeong bahkan aku tidak bisa lagi mendengar suaranya "Joonie... kau sedang memikirkan siapa" "Bukan siapa-siapa , kau tidak perlu tau" "Wae? Kenapa kau begitu dingin denganku? Aku yeojachingumu kan?" "Berisik! Lepaskan tanganku" ketusku pada eunjung "Ani! Aku tidak akan melepaskanmu! Siapa yang kau pikirkan joonie? Siapaaaa??" "Doojoon..." lalu aku menengok kearah suara itu,alodia? Dan... seunghoo? "Doojoon? Ternyata dia temanmu alodia? Dan... yeoja itu..." "Dia yeojachinguku seunghoo! Apa yang kau lakukan disini?" "Mwo? Yeojachingu....." "Doojoon aku ingin berbicara padamu,ini penting" "Mwo? Kau juga akan menyuruhku melupakan shinyeong seperti seunghoo hah?" "Joonie siapa shinyeong? Apa itu mantanmu?" "Ne..." "Kenapa kau tidak pernah cerita? Apa kau akan kembali padanya?" Entah kenapa aku semakin kesal dengan sikap posesif eunjung padaku tapi sebelum aku membalas seunghoo yang lebih dulu berteriak "Kembali padanya? Mana bisa? Shinyeong... sepupuku sudah tidak ada didunia ini! Kenapa kau bisa tidak tau hah? Ham Eun Jung?" "Ma...maksudmu apa? Aku benar-benar tidak tau apa-apa... kenapa kau bisa tau namaku?" Akupun tidak kalah kaget dengan eunjung,bagaimana bisa seunghoo tau nama eunjung? Jangan-jangan.... "Bagaimana bisa aku tidak tau tentang mu nona! Karena kau adalah....." "Eh..."
Sial! Kenapa makin panjang masalahnya? Lalu kenapa bisa seunghoo kenal dengan alodia? Kenapa juga dia ada dikorea? Rasanya kepalaku ini ingin pecah rasanya "Hyung?" "Mwo mina?" "Hyung tidak apa-apa?" "Ne mina,hyung tidak apa-apa" "Jinjja?" "Jinjja,sudahlah kau mau bicara apa?" "Hyung benar tidak apa-apa karena kejadian kemarin....." "Tidak apa-apa mina,gomawo sudah mengkhawatirkanku" "Hyung bisa cerita padaku juga kok,aku akan mendengarkan cerita hyung. Mina kan adik hyung...." "Gomawo...mina,tapi hyung ingin sendiri dulu" "Arraseo hyung,kalau perlu apa-apa bicara padaku yah" "Ne..."
Alodia POV
"Mianhe noona,sepertinya hyung tidak ingin ditemui siapa-siapa dulu" "Arraseo,gomawo mina... Mian aku merepotkanmu" "Ani,noona juga sudah sering mengajarkan aku dan juga hoonie oppa jadi aku yang sangat berterima kasih dengan noona" Aku mengangguk dan mina pun pamit untuk pulang,anak yang manis dan begitu cocok dengan ilhoon. Tapi aku masih memikirkan doojoon tentang kemarin,mungkin seunghoo-ssi agak keterlaluan berbicara hal itu didepan doojoon langsung. Tapi bagaimana pun yeoja cantik yang datang kemimpiku itu..... "Nuguya?" "Aku? Aku adalah orang yang ingin kau tau,aku adalah Kim Shin Yeong" Eh? Shinyeong? Orang yang sangat dicintai doojoon? "Wae... Kenapa kau datang kepadaku?" "Karena aku yakin dan aku percaya padamu" "Eh?" "Tolong sampaikan kepada doojoon,perasaan ku ini... dan rasa bersalahku padanya...kumohon alodia hanya kau yang bisa kupercaya"
Tapi ternyata aku tidak bisa menyampaikannya karena hal kemarin,karena seunghoo-ssi mengatakan hal itu "Annyeong noona,kau sendiri saja?" Aku mendongak kan kepala "Woonie? Hmm begitulah" "Mianhe noona sebelumnya aku begitu dingin dan jahat padamu" "Gwenchana aku mengerti perasaanmu yang melindungi hyungmu itu" "Tapi akhirnya hyung tau semuanya yah?" Aku mengangguk "Tapi.... dia belum tau perasaan shinyeong dan alasan shinyeong yang selalu ada disekitarnya..." "No..noona tau?" "Waktu itu shinyeong datang kemimpiku dan memberitahukan semuanya..." "Noona berarti shinyeong percaya bahwa noona bisa membahagiakan doojoon hyung" "Eh? Mwo?" "Huh? Membahagiakan joonie-ku? Jangan mimpi deh" Aku menengok kearah asal suara itu,ya itu ada eunjung "Apa yang kau lakukan disini?" Sinis woonie padanya "Mwo dongwoon? Apa yang kulakukan? Aku adalah yeojachingu doojoon hyungmu! Harusnya aku yang bisa membahagiakan joonie!" "Bagaimana bisa kau tetap tenang kesini hah? Setelah hyung tau kalau kau adalah...." "STOP WOONIE" teriakku "Wae noona? Dia adalah orang jahat biarkan saja" "Mwo alodia? Kau mau bersikap sok pahlawan dan melindungiku hah? AKU TIDAK BUTUH! Katakan saja dongwoon! KATAKAN!" "Cukup eunjung! Bahkan kau sudah ingat semuanya kan? Tentang pertemanan kita? Tentang.... hal itu..." "Ya aku ingat semua! Tentang aku berteman denganmu,tentang dimana kau mengambil namja yang kusukai dan juga tentang aku menabrak seorang yeoja bernama SHINYEONG!"

Sunday, October 26, 2014

Infinitely Yours (FF) Eps.7

 Doojoon POV
Tanpa sadar aku sudah ada dirumah dan tertidur pulas,aku memimpikan shinyeong lagi dan malah dia yang merawatku. Aku merasa itu hanya sebuah mimpi manis yang mengakibatkan pahit yang tidak dapat dilupakan,shinyeong aku rindu dirimu. Sudah lama aku tidak ke makamnya,apa liburan besok aku gunakan untuk mengunjungi makamnya dijepang? Tapi pasti ada namja itu,dia pasti akan berusaha keras membuatku melupakan shinyeong. Kenapa harus dilupakan? Bukankah itu malah membuat shinyeong nampak tidak pernah ada ? Ada-ada saja,sampai sekarang pun aku membencinya namja yang sok bijak itu.
"Annyeong eunjung,wajah mu pucat sekali. Kau sakit? Sebaiknya kau istirahat saja dirumah" "Gwenchana doojoon,aku hanya kepanasan saja. Kalau memang aku sakit aku akan beristirahat diUKS" "Ya kau ini...." "Sudahlah lebih baik kita ke kelas sekarang" "Arraseo...." Eh itukan? "Alodia? Annyeong" "Annyeong..." lalu iya langsung lari, loh perasaanku kemarin dia sudah berbicara padaku kenapa sekarang dia dingin lagi yah padaku? "Yo hyung! Annyeong eunjung sunbae" "Annyeong dongwoon" "Annyeong woonie... woonie aku ingin bertanya.." "Mwo hyung?" "Bukankah alodia kemarin sudah mau berbicara padaku yah?" "Hmmm setauku kau belum berbicara pada alodia sama sekali hyung,kemarin saja aku menemukan mu pingsan ditaman belakang... sendirian... ngapain sih hyung? Kau kan tidak kuat dibawah hujan lama-lama" Aku masih bingung,aku merasa telah melupakan sesuatu. Ya sesuatu yang sepertinya penting sekali tapi apa yah? "Ah kalau gitu gomawo woonie,aku kekelas dulu yah. Kajja eunjung..." 
Eunjung POV
Dia kenapa masih bertanya tentang alodia? Waktu aku tidak masuk apa yang telah terjadi? Padahal sebelum nya doojoon terlihat biasa saja akan kelakuan alodia yang berubah dingin padanya,ada apa? "Ya eunjung! Wajah mu pucat sekali loh,yakin tidak mau pulang?" "Ne yuuki..." "Ya eunjung kau sungguh yakin?" "Ne yuuki... jadi berhentilah berteriak didekat kupingku" "Oh ya tadi aku meminta tolong doojoon untuk membelikan kau roti dan obat,tapi kok lama sekali yah?" "Entahlah..." Tunggu! Entah kenapa aku merasa tau apa yang dia lakukan,apa dia bertemu dengan alodia? Aku memperhatikan doojoon dari awal kelas tadi,dia terus memperhatikan alodia... Apa jangan-jangan dia sudah sadar dengan perasaan nya? Bagaimana ini aku bahkan belum memberitahukan perasaanku padanya,andwae! Aku harus menghampirinya,bagaimana pun juga alodia tidak boleh mengambilnya! Akupun berdiri dari duduk ku "Ya! Mau kemana kau eunjung? Duduk sajalah! Kau ini masih sakit" "Aniya! Aku harus menyusulnya..." "Maksudmu doojoon?" Akupun berjalan pelan karena kepala ku ini semakin pusing dan berat,ada apa sih dengan kepalaku ini ? Jarang sekali aku sakit seperti ini! Bagaimanapun juga aku harus menghampirinya "Tunggu eunjung aku akan membantumu,aku takut nanti kau kenapa-kenapa" "Tenanglah yuuki aku tidak apa-apa..." "Arraseo tapi setidaknya biar kan aku menemanimu kesana yah" aku mengangguk lemah dan tersenyum karena kebaikkan dari sahabatku satu ini,kami berjalan menyusuri taman. Tapi tidak ada mereka berdua,dan aku teringat akan taman belakang waktu itu dan menyuruh yuuki untuk membantuku kesana. Ternyata memang mereka disana,kenapa doojoon memegang tangan alodia? Wae doojoon? Aku nekat untuk lebih mendekat tapi aku terhenti saat mendengar pembicaraan mereka "Wae alodia?" "Mianhe, tolong jauhi aku" "Mana mungkin aku bisa menjauhimu? Karena kau special buatku" DEG! Special? Apakah dia sudah menyadarinya "A..apa maksudmu doojoon?" "Aku...aku suk....." "ANDWAEEEEEEEEEEE DOOJOON" teriakku , dan seketika doojoon melihat padaku. Andwae... jangan katakan.... jangan.... aku merasa makin pusing dan aku merasa tidak dapat menopang tubuhku sendiri,aku pun terjatuh tapi dengan sigap doojoon menangkapku dalam pelukkan nya dan samar-samar terdengar suaranya "Gwenchana eunjung?Eunjung?" "Doo...doo...doojoon...ak...aku... su...suka... padamu...."
Doojoon POV
Setelah kelasku selesai akupun mengejarnya,tapi aku yakin kalau tau aku mengejarnya pasti dia akan berlari cepat. Bagaimana kalau ku ikuti saja diam-diam? Kemana yah alodia? Dia tidak pulang? Kenapa dia ditaman belakang? Kenapa dia menangis? Akupun akhirnya menghampirinya "Alodia? Gwenchana?" Dia terlihat kaget karena kehadiran ku "Wae? Kenapa kau bisa disini?" "Kau kenapa? Kenapa kau menangis? Apa ada yang menyakitimu?" "Mianhe,tolong jauhi aku" "Mana mungkin aku bisa menjauhimu? Karena kau special buatku" Aku mengatakannya dan wajah alodia terlihat sangat kaget "A..apa maksudmu doojoon?" Aku harus katakan sekarang,sudah cukup sakit aku dijauhi olehnya "Aku...aku suk...." "ANDWAEEEEEEEEEEEEE DOOJOON" aku kaget karena suara teriakan eunjung dan seketika juga aku berlari karena melihat eunjung yang terjatuh,untung saja aku masih bisa menangkapnya. "Gwenchana eunjung? Eunjung?" Kenapa dengan dia? Badannya dingin sekali dan wajahnya pucat sekali "Doo...doo...doojoon...ak...aku...su....suka....padamu...." Mwo? Dia suka padaku? Saat aku menengok kearah alodia dia sudah tidak ada ditempatnya,aku tidak ada waktu untuk memikirkan itu dulu! Aku harus membawa eunjung dulu ke UKS! Wajahnya sudah benar-benar pucat "Ya yuuki sunbae kau bawa mobil?" "Ba..bawa" "Kalau gitu ayo kita bawa eunjung kerumah sakit" Bagaimana bisa dia tetap pergi kekampus dengan keadaan seperti ini? Setelah sampai dirumah sakit dan eunjung masuk ke UGD aku dan yuuki sunbae menunggu hasil pemeriksaan eunjung,dan akhirnya yuuki sunbae membuka pembicaraan "Eunjung... tidak main-main dengan pernyataannya... jadi kumohon pikirkanlah..." Pikirkan? Maksudnya aku harus menghargai perasaan eunjung dan tidak mendekati alodia? Bukankah itu terlalu egois? Apa perempuan selalu seegois ini? Kalaupun memang sakit kenapa tidak bicara saja dari dulu denganku? Menunggu aku peka? Aku pusing dengan pemikiran ini,aku tidak pernah bisa mengerti perempuan sama sekali. Akupun tidak membalas kata-kata yuukin sunbae,bahkan berbicara pun tidak. Sampai akhirnya dokter keluar dan mengatakan bahwa eunjung hanya terkena demam tinggi dan harus bedrest sekitar 4 hari kedepan,aku pun akhirnya pergi menuju pintu keluar tapi sebelum kulakukan yuuki sunbae menahan tanganku "Kumohon... doojoon aku yakin kau akan mengerti... kumohon..." Kulihat air mata yuuki sunbae mengalir walau dia menundukkan kepalanya "Mian...sunbae..." dia mendongakkan kepalanya "Wae? Apa karena kau sayang alodia?" "Ini bukan urusan sunbae,mian... aku pulang dulu" lalu aku pergi meninggalkan yuuki sunbae yang tidak percaya dengan kata-kataku.
Esok pagi aku tetap mencari keberadaan alodia,kemana dia? Apa dia tidak mengambil kelas pagi? Kemana dia? Sampai akhirnya aku menunggu dia hingga sore dan akhirnya aku menemukannya "Alodia...." dia menepis tanganku dan berlari "Wae alodia? Kenapa kau pergi?" "Sudahlah doojoon jangan dekati aku lagi" "Alodia.... tunggu..." "Mwo? Kau mau berbicara apa?" ketus alodia padaku "A...aku suka padamu..." "Lalu?" aku kaget karena tidak menyangka mendapat jawaban seketus itu "Lalu... kau masih bilang lalu? Apa kau sudah tidak ada perasaan denganku?" "Ne.. aku... sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi denganmu.. ani... aku benci padamu" "Wa...wae...?" "Coba ku tanya padamu,kenapa kau menyukaiku? Padahal sebelumnya kau menolakku kan? Dan kau dekat dengan eunjung tanpa memikirkan perasanku" Aku terdiam,mencerna kata-kata alodia padaku "Karena... karena aku mirip yeoja itukan? Karena aku mirip shinyeong kan?" DEG! Bagaimana bisa dia tau? Lalu aku ingat semua kejadian saat itu,saat aku mengejar alodia dan alodia yang berbicara ingin memanggilku doojoon~ah yang jadi panggilku dari shinyeong. Dan aku teringat kalau aku salah mengira dia adalah shinyeong,saat aku melihat wajah alodia dia telah menangis "Kau...menyukaiku karena mirip dengannya kan? Bukan karena itu adalah aku? Benarkan doojoon....?" Saat aku ingin menghapus air matanya dia menepis tanganku "Kau...kau bilang aku tidak mirip dengan nya,tapi apa? Waktu itu kau malah dengan enteng nya memanggilku dengan namanya...." "Alodia... mian...." "JANGAN MEMINTA MAAF!" "Mianhe alodia....mian..." "Aku benci dirimu!" lalu ia berlari meninggalkanku,dengan tatapan kosong aku berjalan kearah rumah eunjung. "Doojoon? Kau menengokku? Senangnya" aku hanya mengangguk lemah dengan senyum kecil , benarkah aku mengambil jalan ini? Apa aku yakin? "Doojoon? Gwenchana?" dia menyentuh pipiku lembut,akupun menyentuh tangannya "Gwenchana... eunjung.." "Hmm? Mwo?" "Aku terima perasaanmu.... aku akan menjadi.... namjachingumu" "Doojoon...jinjja?" Akupun mengangguk , mian eunjung...

Friday, October 24, 2014

Infinitely Yours (FF) Eps.6

 Doojoon POV
"Annyeong hyung!!! Sudah pagii waktunya kita berangkat" "Ne ne ne woonie kau berisik sekali sih,kita masuk kelas jam 7 ini kan masih jam 6! Dari rumah ke kampus tidak sampai 10 menit kan?" "Hehehe aku terlalu semangat karena sudah 1 minggu hyung tidak berangkat kekampus" "Ne ne ne bawel! Biarkan aku mandi dulu,kau tunggu saja diruang tengah seperti biasa. Biasanya eomma ku sudah menyiapkan susu hangat" "Jinjja? Aku suka sekali susu! Baiklah hyung aku tunggu dibawah yaaa" lalu woonie keluar dari kamarku dan kudengar suara kakinya yang berisik itu menuruni tangga,benar juga sudah hampir 1 minggu lebih aku tidak masuk kuliah. Apa kabar alodia? Aku cukup bersalah karena membuatnya menangis tapi aku cukup tertolong dengan eunjung yang selalu membawakan catatan dan juga memberitahu jadwal ujian,aku merasa aneh. Kenapa wajah alodia mirip shinyeong? Kata-katanya bahkan sikapnya,wae? Kenapa kau kembali?
"Annyeong doojoon!" "Annyeong eunjung..." "Kau sudah baikkan? Serius kau kuat masuk kuliah sekarang?" "Hey hey aku hanya terkena demam dan lagi 1 minggu itu adalah waktu yang lama! Harusnya demam itu hanya 2-3 hari dirumah,lagian kau lihat kan wajahku tidak pucat lagi" "Nenene! Dasar sok kuat" Eh? Itukan alodia? "Alodia... annyeong" dia tidak berbicara apa-apa hanya menundukkan kepala sejenak kemudian dia pergi,apa dia masih marah denganku? Kulihat dikelas pun dia mengambil bangku yang jauh dari ku dan eunjung,dia tidak duduk ditempat biasanya. Saat istirahat maupun pulang dia menghindariku dan berusaha keras tidak ada kontak mata denganku,bukankah aku harusnya merasa biasa saja? Kenapa aku malah mengkhawatirkannya? Kenapa aku merasa risih dijauhi olehnya? Memang dia siapa? "Ya doojoon!" "E...eh mwo?" "Kau tidak pulang? Kau bengong lagi" "Eh anu eunjung.....tidak ada apa-apa sudahlah,aku menunggu temanku kau pulang saja duluan" "Ah arraseo,hati-hati ya doojoon" "Ne...."
Eunjung POV
"Eunjung~ah.... EUNJUNG~ah" "Eh?? Mwo yuuki?" "Tuhkan kau bengong lagi,ada apa sih eunjung? Ceritakan saja padaku" "Anu...." "Tentang doojoon lagi?" aku mengangguk pelan "Ada apa dengannya? Dia kan sudah masuk kampus lagi kan? Apa lagi yang kau khawatirkan" "Aku takut kalau dia menyadari..." "Menyadari apa? Perasaanmu?" "Ani... perasaannya dia" "He?" "Perasaannya terhadap alodia,aku selalu merasa dia memang sudah ada perasaan dengan alodia tapi dia tidak pernah menyadarinya atau belum...." "Bagaimana kau tau kalau doojoon suka alodia? Mungkin saja itu hanya perasaan panik mu saja" "Aku tau yuuki! Dari cara memandang dia ke alodia! Sungguh berbeda saat memandangku,dia memandang dengan penuh kasih sayang dan ada tatapan rindu kepadanya.... bagaimana ini? Kalau dia sampai menyadari rasa itu pada alodia...aku...aku" air mata ku mengalir perlahan "Sudahlah eunjung,jangan berpikiran negatif begitu...." "Aku merasa suatu saat nanti dia akan menyadarinya dan pergi dari sisiku..." "Hei... bagaimana kalau kau nyatakan perasaanmu?" "Maksudmu....?" "Sebelum dia menyadari perasaannya terhadap alodia lebih baik kau menyatakan perasaanmu padanya" "Ba...bagaimana bisa? Yang ada dia akan menolakku seperti alodia saat itu..." "Coba saja... sudahlah jangan menangis lagi,kau adalah temanku... ani... sahabatku! Aku tidak ingin melihatmu menangis" "Gomawo yuuki..." BUK! Aw aku menabrak seorang namja yang cukup tampan "Eh...mian... gwenchana?" Sesaat aku melihatnya,dia memandangku seakan kaget dan matanya membelalak padaku. Ada apa? "Ahjussi? Gwenchana....?" "Gw....gwenchana... mian aku buru-buru" lalu dia segera pergi meninggalkan ku dan yuuki "Dia cukup tampan yah eunjung... aku ingin deh berkenalan dengannya... eunjung? Eunjung?" aku tidak mendengarkan dan masih memikirkan apa arti tatapan namja tadi,dan entah kenapa perasaanku berkata aku pernah bertemu dengannya entah dimana. Siapa namja itu? Kenapa dia menatapku seperti itu? Aduh kenapa kepalaku sekarang merasa nyeri? Seperti dipukul dengan benda keras,bagaimana ini sakitnya makin menjadi "Yu...yuuki... tolong.... sakit...." "EUNJUNG?!"
Alodia POV
Aku tidak bisa begini terus,menghindarinya! Bahkan aku tidak berbicara padanya akhir-akhir ini,aku malah mengambil beberapa kelas yang berbeda darinya. Apa tidak terlalu kelihatan benar-benar menjauhinya? Haah sudahlah sudah malam,aku harus pulang atau tidak aku akan ketinggalan kereta "Kau memang sengaja kan menjauh dariku" suara itu? Saat aku menengok sudah ada doojoon di belakangku,kenapa dia masih ada disini?Bukannya kelas dia sudah selesai sejak 4 jam yang lalu? "Ya bicara lah padaku! Apa sih salahku padamu?" aku tidak menjawab dan melanjutkan jalanku,kumohon jangan berbicara padaku doojoon! Aku sudah berjanji pada dongwoon untuk menjauh sementara darimu,dia tetap mengikutiku dan terus berusaha berbicara padaku hingga sampai lah aku didepan rumahku dan aku segera berlari masuk. Huft untung lah dia tidak mengikuti ku hingga kedalam,lagi pula dia pasti juga sudah pulang. Drrt...drrtt.... Eh? Doojoon? Dia menelfonku? Tapi aku tidak bisa,aku tidak bisa melanggar janjiku pada dongwoon.
"Annyeong alodia..." "Annyeong.." aku berjalan perlahan kebangku ku tanpa menengok ke arah doojoon,bagaimana bisa dari pagi-pagi begini dia sudah seperti mau meneriaki ku kalau aku tidak mau berbicara. Untung saja kelas sudah hampir ramai karena banyak yang mengambil kelas pagi hari ini,sudahlah doojoon kenapa kau mengejarku? Padahal kau sendiri yang menolakku waktu itu,hentikanlah doojoon atau aku tidak akan menahan nya. "Alodia tunggu aku mau berbicara padamu" "Mwo?" tanya ku sinis "Apa aku punya salah padamu?" "Ani" "Lalu kenapa kau menjauhiku?" "Kau ini terlalu percaya diri yah,aku tidak menjauhimu kok. Sudah pertanyaanmu? Aku mau pindah kelas" "Lalu kenapa kau berubah sinis padaku? Jelas sekali kau menjauhiku , beritahu aku alasanmu" "Doojoon kau tau bahwa menyukai orang bisa saja tanpa alasan? Dan orang juga bisa benci tanpa alasan juga,sudah ya aku harus ganti kelas" aku berlalu setelah menjawab dengan sinis,mianhe doojoon itu juga menyiksaku. Dan kulihat dongwoon datang dari arah berlawanan dengan tatapan sinisnya itu dia berbisik padaku "Ingat kau harus tetap menjauhi hyung,kau tidak mau kan dia terluka lagi?" aku mengangguk pelan dan berlalu menuju kelas selanjutnya,sakit....
Doojoon POV
Apa-apaan itu? Tidak menjauhiku? Jelas-jelas dia menjauhiku,dia menghindari kelas yang sama denganku,mempersingkat pembicaraan dan bahkan memiliki banyak alasan untuk tidak berangkat dan pulang bersama denganku. Dan ku merasa aneh kenapa yah akhir-akhir ini woonie terlalu dekat denganku,bukan kenapa-kenapa sih memang kami dekat dari kecil tapi entah kenapa ini terlalu dekat! Apa ada hubungannya dengan alodia menjauhi ku? Karena aku sempat sekali melihat woonie menatap alodia dengan dingin dan sering kali berbisik dan wajah alodia berubah sedikit pucat,ada apa yah? "Alodia kau sudah mau pulang?" teriak salah satu yeoja dikelas "Ya begitulah aku cuma ada kelas sampai jam ini,aku duluan yahh" "Baiklah alodia" Dengan cepat aku mengambil tas dan merapikan buku ku,aku berlari untuk mengejar alodia "Whowhowho! Wait hyung kau mau kemana? Kau bukannya masih ada kelas yah?" "Aku tidak masuk,aku ada urusan" "Urusan? Maksudmu mengejar alodia?" "Eh? Bagaimana kau tau" "Sudahlah hyung aku tau kau mengejarnya karena dia mirip shinyeong noona kan?" DEG! Nama itu disebut oleh woonie,kenapa rasanya tiap namanya disebut jantungku seakan serasa diremas "Hyung? Sudahlah lupakan saja alodia itu" "ANIYA!" "H...hyung..." "Ini bukan karena bayang-bayang shinyeong! Shinyeong sudah tiada! Jangan pernah sebut nama itu lagi! Padahal kau sendiri yang ingin aku melupakannya kan? Kenapa kau sebut dia lagi?" "Hy..hyung...mian...mianhe hyung..." lalu aku berlari tanpa mendengar teriakan woonie padaku,dia bukan shinyeong! Dia bukan shinyeong! Jangan samakan dia dengan shinyeong! "Doojoon~ah? Gwenchana?" suara itu? Shinyeong? Aku menengok kearah itu dan kulihat adalah alodia yang menangis ditaman belakang,kenapa dia menangis? Tes Tes.... hujan? "Alodia..... gwenchana?" dia kaget melihatku dan buru-buru menghapus jejak air matanya "Gw...gwenchana... permisi" "Tunggu! Kenapa kau menangis?" "Ini bukan urusanmu" "Kau menjauhi ku karena wooniekan? Alodia jawablah" "Ne..." "Sudahlah jangan mendengarkan woonie,kau itu beda dari dia. Kau tidak mirip dengannya" "Jinjja....?" saat dia menengok kearahku "S...shinyeong.... itu kau...?" dalam batin ku "Jinjja doojoon? Aku tidak mirip dengannya? Aku tidak membuatmu terluka?" "Ani...shi...alodia... kau tidak membuatku terluka" "Jinjja?" "Ne alodia..." akupun memeluknya "Tenang lah alodia kau tidak sama dengannya...." "Doojoon~ah..." "Eh? Kau bicara apa?" "Aku tidak bicara apa-apa kok,oh ya doojoon" "Mwo alodia?" "Bolehkah aku memanggil mu dengan sebutan lain" "Boleh....kau mau memanggilku apa?" "Doojoon~ah ...." "Eh....?" "Doojoon~ah kau memeluk yeoja lain? Kau tidak memikirkan aku? Apa perasaanmu padaku juga hanya permainan bagimu?" "Ani shinyeong.... itu berbeda... tunggu" "Lepaskan! Jangan mengejarku lagi!" "Shinyeong...andwae!!!! ANDWAEE" Lalu aku tersadar, kenapa aku sudah ada dikamarku? Kepala kepalaku rasanya berat sekali,kenapa dingin sekali? "Doojoon~ah kau sudah bangun? Kau terkena demam lagi..." "Shinyeong...?" "Mwo? Kenapa kau begitu kaget melihatku? Aku sih tau kau akan pingsan kalau dibawah hujan terlalu lama,dasar doojoon lemah" senyum itu,aku dapat melihatnya lagi... Shinyeong aku rindu padamu "Shinyeong....gomawo..." "Doojoon.. aku tau aku memang mirip dengannya,mianhe doojoon aku memang harus menjauhi mu lagi" dan tanpa sadar aku lah yang membuat jarak ku dan alodia menjauh kembali.... 

Wednesday, October 22, 2014

Infinitely Yours (FF) Eps.5

Alodia POV
Karena masalah kemarin aku tidak bisa memandang ataupun melihat kearah doojoon,aku merasa sangat bersalah. Kemarin setelah memelukku dia kemudian mengantarkanku pulang dan tidak berbicara sama sekali,aku merasa sangat bodoh! Bagaimana bisa perasaanku kemarin begitu meluap? Karena cemburu? Pada eunjung? Aku sebelumnya tidak pernah seperti ini, DUK! "Aw" "Mianhe,gwenchana?" aku mendongak,aku melihat seorang namja yang tampan. Tapi dia siapa? Sepertinya dia bukan mahasiswa dikampus ini,apa dia anak baru? "Gwenchana?" suaranya menyadarkan ku "E..eh.. gwenchana,mianhe" "Kenapa kau meminta maaf? Kan aku yang menabrakmu" "Ah...anu..." "Bagaimana kalau ku traktir minum sebagai gantinya?" "Eh? Tidak merepotkan?" "Ani,lagi pula aku yang menabrakmu" "Gwenchana,hei namaku alodia" "Oh hallo,nama ku Yoo Seung Hoo! Kau bisa memanggilku seunghoo" "Kau anak baru dikampus ini?" "Ani,aku hanya sedang mencari seseorang tapi sepertinya dia tidak ada" "Eh? Mencari siapa?" "Ani,sudahlah kita kekantin saja alodia,kajja!"
Doojoon POV
"Wae?Wae? Apa salahku?" "Kau tidak menyadarinya? Mianhae doojoon,aku sudah tidak bisa" "ANDWAE!!!" "Doojoon?" Aku terbangun oleh suara eunjung,dan aku kaget saat aku tau kalau aku tertidur dikelas. Untung saja kelas sudah kosong "E..eh mwo eunjung?" "Ani tadi kau mendadak teriak,kukira kau kenapa" "Gwenchana.." lalu aku menatapnya "Wae?" kata eunjung padaku "Gomawo sudah mengkhawatirkanku eunjung" "Eh...anu.. kan itu biasa" "Eunjung..." "Mwo?" "Aku ingin bertanya" "Mwo? Kau tanyakan saja" "Apakah aku memang namja yang tidak peka terhadap perasaan seorang yeoja?" "Eh? Kenapa kau bertanya seperti itu?" "Kau tau soal mina dan juga alodia kan? Mereka berdua bilang hal yang sama,yaitu mereka bilang aku tidak pernah peka perasaan mereka" "Itu... bukan salahmu juga sih karena yeoja itu selalu pintar menyembunyikan perasaan mereka... doojoon?" "Hmm?" "Kau pernah berpacaran sebelumnya?" "Kenapa memang?" "A...ani,aku merasa kau selalu nampang tapi kau tidak pernah terlihat berpacaran dengan satupun" "Mungkin karena aku belum ada perasaan dengan mereka,dan lagi aku memang tidak bisa berpacaran" "Wae? Eh mian aku bertanya terlalu banyak" "Gwenchana,aku sepertinya mempunyai trauma dari yeoja yang dulu sempat aku dekati. Aku tidak memahami perasaanny juga dan aku malah menyakitinya! Aku terlambat untuk meminta maaf darinya dan alhasil aku tidak akan pernah melihatnya lagi" "Doojoon...." aku kaget saat eunjung memeluk ku "Tenanglah,aku paham perasaanmu" "Eunjung....." aku memegang tangannya dan kemudian aku mendongakkan wajahku,kulihat wajah eunjung yang seperti menahan tangis dan tanpa ku sadar tanganku memegang pipinya dan mengelusnya sampai ke dagu. Akupun menarik dagu eunjung perlahan dan ku lihat dia menutup matanya,saat bibir kami hampir menyentuh "ANDWAEEEEEEEEEE!" aku kaget dan menghentikan apa yang sedang kulakukan,dan kulihat alodia sudah ada dipintu dan menangis. Dia berlari dan aku mengejarnya "Alodia....alodia..." sampai akhirnya aku dapat menangkap nya ditaman waktu itu "Wae?" "Eh?" "Kenapa kau mengejarku? Kenapa kau menangkapku? Wae....." "Alodia....mian" "Jangan mendekatiku lagi" dia mendorong ku untuk menjauh dan kulihat tatapan matanya padaku yang sedang menangis itu. Wajah itu.... wajah itu.... kenapa mirip sekali dengannya? "Hyung? Kau tidak pulang?" "Woonie?" "Hyung? Gwenchana? Muka mu pucat sekali" "Aku....tidak mengerti...." "Eh? Maksud hyung?" "Dia...kembali lagi... woonie... dia kembali lagi...." "Hyung?!"
Eunjung POV
Dia hampir saja menciumku! Bagaimana bisa aku menerima saja? Apa karena suasanya? Tapi dia mengejar alodia,aku merasa dia memang ada rasa dengan alodia. Eh? Itu? Yeoja itu alodia kan? "Alodia? Gwenchana?" "Jangan mendekatiku! Jangan menyentuhku!" Dia... mencintai doojoon? "Alodia,mianhe" "Kubilang jangan!" teriak alodia padaku "Kau sengaja kan? Kau sengaja kan eunjung? Mau sampai kapan eunjung? Sampai kau pura-pura tidak mengenalku dan kau mengambil dia dariku! Mau sampai kapan kau menyiksa ku eunjung? Mau sampai KAPAN?!" lalu ia berlari kencang. Apa maksud dia? Pura-pura tidak mengenalnya? Padahal jelas sekali aku baru bertemu dengannya,ada apa dengan alodia? "Eunjunggg" "Mwo yuuki? Kenapa kau sampai berlari?" "I...itu.. doojoon... ada di UKS" "Mwo?" aku segera berlari ke arah UKS, dan kulihat ada seorang namja tampan disampingnya "Annyeong,kenapa dengan doojoon?" "Aku tidak tau,tapi hyung tadi pingsan. Apa kau teman hyung?" "Ne aku teman satu kelasnya,aku Ham Eunjung" "Ah saya Son Dongwoon teman doojoon hyung,annyeong sunbae" "Annyeong..." "Tenang sunbae sebentar lagi hyung akan ku antar pulang,sunbae pulang saja serah kan doojoon hyung padaku" "Arraseo....." doojoon? Wae? Setelah ia mengejar alodia kenapa dia pingsan? Apa yang terjadi saat mengejar alodia?
Esoknya kulihat doojoon tidak masuk kampus,ada apa dengan dia? "Alodia,tunggu aku mau berbicara denganmu" "Apa-apaan sih? Aku bilang jangan mendekatiku" "Aku ingin bertanya padamu!" aku mencengkramnya dan menariknya kearah taman "Aw! Apa sih yang mau kau tanyakan?" "Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu,pertama kau bilang aku pura-pura tidak mengenalmu? Padahal setauku aku baru saja mengenalmu saat pindah! Dan lagi kenapa setelah mengejarmu doojoon pingsan? Sampai hari ini pun tidak masuk? Jelaskan padaku" dia menunduk "Itu...." 
Alodia POV
Ada apa denganku? Mengapa aku begini buruknya? Sampai tadi eunjung bilang padaku bahwa setelah mengejarku doojoon pingsan? Bahkan hari ini dia tidak masuk kuliah,lalu aku pun segera pulang dan memberanikan diri untuk datang kerumahnya. Apakah langkah ini benar? Aku sudah berada didepan rumahnya,saat aku masih bingung untuk masuk atau tidak seorang yeoja berumur 40 lebih itu keluar dan langsung tersenyum melihatku "Alodia? Kau mau menjenguk doojoon?" "Eh...anu..." "Sudah masuklah,tenang saja sudah ada mina , ilhoon dan dongwoon didalam. Ngomong-ngomong kamar doojoon ada dilantai dua yah alodia,bibi mau pergi belanja dulu" "A...arraseo bibi..." Aku memasuki rumah itu dan kata bibi kamar doojoon ada di lantai 2, aku memasuki kamar yang benar tidak ya? Sudahlah ku coba saja,saat aku membuka pintu ku lihat ada ilhoon, dongwoon dan yeoja yang aku ketahui bernama Mina "Annyeong...." "Ah annyeong noona" "Annyeong alodia sunbae" "Annyeong" Mina terlihat agak sinis,ada apa yah? Kalau tidak salah dia yeojachingu ilhoon,pasti ilhoon cerita soal pernyataan nya padaku itu ke yeojachingunya. "Alodia sunbae silahkan duduk disini,mian berantakan ini memang khas kamar hyung" "Ah aku sudah membersihkannya kok,cuma ilhoon selalu cemburu saat aku membersihkan kamar hyung" "Apa kau masih ada perasaan dengan doojoon hyung mina?" "Huh pertanyaan apa itu? Bukankah kau yang masih cinta dengan noona itu?" dia melirikku sinis, duh ini semua kerjaannya ilhoon. Lalu aku menoleh dan mencoba membiarkan pertengkaran sepasang kekasih didepanku dan melihat kepada doojoon, "Alodia sunbae,boleh aku berbicara padamu? Berdua saja?" "Eh? Boleh..." "Arraseo,kita keruang tengah saja. Hoonie mina tolong jaga doojoon hyung dulu" aku pun mengikuti dongwoon keruang tengah,aku dipersilahkan duduk disofa dan dongwoon ke dapur untuk mengambil minum. Setelah menaruh dua gelas teh dimeja dia pun duduk dan bersiap untuk berbicara "Alodia sunbae,kau lahir dijepang?" "Ani,aku kelahiran philipine. Hanya saja aku sempat menetap di jepang karena suatu alasan" "Oh begitu kukira kau lahir dijepang,kau cukup mahir berbicara jepang." "Ngomong-ngomong kau mau berbicara apa?" "Ah mian aku cukup kaget saat melihatmu" "Wae? Apa aku mirip kenalan mu?" "Ne,kau mirip dengan seseorang yang aku kenal. Aku mau bertanya apa yang terjadi saat kalian ditaman?" aku kaget dengan pertanyaan itu "Ti...tidak terjadi apa-apa,aku hanya bilang pada doojoon untuk tidak mengejarku" "Wae?" pandangannya tajam padaku seperti berusaha membuatku berbicara sejujur-jujurnya "Karena....dia ingin mencium eunjung..." "Jadi kau menyukai hyung?" "Be...begitulah... apa salah kalau aku menyukai nya?" "Ani,tidak ada salahnya lagi pula itu hak sunbae untuk menyukai seseorang. Kebetulan saja yang kau sukai adalah hyung...." "Eh? Maksudmu?" "Matamu.... ani... cara bicaramu dan sikapmu mirip dengan seseorang yang sangat ingin dilupakan hyung... atau bisa ku bilang dia tidak mau melupakannya" "Eh? Nugu?" "Dia.... sahabat ku dari kecil, sahabat doojoon... dia orang korea yang menetap dijepang.... dia.... orang yang hyung suka" EH? Orang yang disukai doojoon? Mirip denganku? "Dia.... sangat menyukai nya tapi dia tidak pernah melihat hyung sebagai laki-laki,hingga hyung pun bersikap terbuka dengan yeoja lain... agar membuat sahabatku cemburu" "Lalu kemana yeoja itu? Dia meninggalkan doojoon?" "Ne... dia... sudah tiada..." "Eh? Maksudmu?" "Diluar perkiraan hyung,dia benar-benar cemburu hingga melakukan hal yang diluar perkiraan kami berdua... dia benar-benar menolak hyung,sampai pada akhirnya saat hyung mengejarnya.... dia... sahabatku... tertabrak mobil..." aku menutup mulutku dan tanpa sadar aku membayangkan hal itu,hal yang ku pikir sangat menyakitkan "Hyung merasa ini semua salahnya,andai saja hyung lebih cepat menyadari perasaan dia.... maka hal itu tidak akan terjadi,sampai pada akhirnya hyung tidak pernah ingin dekat dengan yeoja manapun kecuali mina yang dia anggap adiknya.... saat dia sudah melupakan nya dia bertemu denganmu.... dan sebelum pingsan kemarin dia bilang bahwa sahabatku kembali lagi ke mimpi-mimpinya" aku menangis,aku merasa sangat bersalah membangunkan luka lama doojoon dan lagi saat melihatku aku memang merasa dia seperti memandang orang lain dan itu bukan aku. "Jadi sunbae,mianhe aku menceritakan hal ini. Lebih baik untuk sementara sunbae tidak mendekatinya" kata dongwoon pelan padaku dan dia berdiri bersiap untuk meninggalkanku,aku menarik lengan nya "Tu...tunngu...aku... ingin tau siapa nama sahabatmu..." "Dia.... Kim Shin Yeong... shin yeong..." lalu dongwoong meninggalkan ku dan naik ke lantai dua, shin yeong? Kenapa aku merasa tidak asing dengan nama itu?

Monday, October 20, 2014

Infinitely Yours (FF) Eps.4

Doojoon POV
Aku terbangun lagi,dia mendatangi mimpiku lagi. Wae? Kenapa kau tidak membiarkan ku melupakan mu? "Hyunggg!! Sudah waktunya berangkat loh.... hyung? Gwenchana?" "Hmm ilhoon,wae? Kau kelihatan bersemangat" "Aku jadian dengan mina" "Mwo? Jinjja?" "Ne hyungg,tapi hyung jangan berpikir bahwa mina tidak benar-benar menyukaimu loh" "Tenang saja,aku tau perasaan mina. Tapi aku senang dia bisa cepat melupakanku,sudah kau tunggu dibawah saja ilhoon aku mau mandi" "Ne hyung"
Mina sudah berpacaran dengan ilhoon? Aku senang dia tidak larut dalam perasaan tidak terbalas denganku itu,akhirnya aku tidak melihat wajah sedih mina lagi. Perasaan bersalahku masih ada,ternyata dia tidak mau aku lupa dan menginginkan aku untuk bertanggung jawab. Tapi bagaimana bisa? Apa dia tidak tau sama sekali? Wae?
"Annyeong" "An...annyeong... eunjung" "Wae? Kau kelihatan tidak sehat,apa kau masih tidak enak masalah kemarin?" "Ani,hanya sedikit pusing. Mian yah kemarin" "Gwenchana doojoon,akupun mengerti perasaannya kok" "Maksudmu?" "Ah...ani... aku dipanggil dosen,jaa...jadi... aku duluan ya" "Ne eunjung.." Kenapa dengan eunjung juga? "Itu tanda nya dia suka padamu doojoon" aku menengok kearah asal suara itu "Alodia? Hahaha mana mungkin,dari beberapa hari yang lalu dia masih menganggapku tukang nampang" "Kalau benci dia tidak akan berbicara padamu kan? Apalagi wajahnya yang sering memerah,aku yakin dia suka pada..." "ANDWAE!" "Doo....doojoon...?" Aku melihat sekelilingku mulai menatapku "Mian alodia,aku duluan" "Tunggu...." Aku segera keluar dari kelas dan berjalan menuju taman "Tunggu doojoon....tunggu" "Mau apalagi hah?" Tanpa sadar aku meneriakinya dan aku menatap mukanya yang kaget dan menahan tangis "Mian alodia,hari ini mood ku sedang tidak bagus. Bisakah kau tinggalkan aku sendiri?" Aku tidak mendengar suaranya,aku yakin dia sedang berusaha menahan tangisannya. Akupun segera duduk direrumputan,ya ini adalah tempatku saat menyendiri. Taman ini jarang juga ditempati bahkan dilalui mahasiswa kampus ini padahal taman disini cukup indah,aku tidak tau kenapa emosiku meninggi padahal alodia hanya berbicara seperti itu. Apakah aku memang tidak bisa melupakannya? Memang akulah yang tidak ingin melupakannya,ya itu adalah salahku
Eunjung POV
Duh hampir saja tadi aku kelepasan berbicara! Ini gara-gara semalam yuuki menelfonku sih,salah juga aku berbicara padanya bahwa perasaan ku pada si tukang nampang itu menjadi sangat amat berubah! Bagaimana bisa yang tadinya aku sangat membenci nya itu malah menyukainya,huft DUK! "Aw" "Mian..."  Loh? Itu kan si anak baru,kalau tidak salah namanya Alodia. Kenapa dia menangis? Dia berasal dari taman belakang? Apa dia habis ditolak cowok? Atau dia diserang? Wah anak baru yang terkenal cantik itu ditolak? Aku ingin tau tampang namja yang menolaknya,akupun pergi ke taman belakang tapi yang kulihat adalah doojoon. Eh kenapa doojoon disini? Apa dia yang menolak si anak baru? Wah berarti kekhawatiran ku tentang hubungan mereka berdua akan hilang dong? Toh dia memang tidak terlihat tertarik pada si anak baru itu,berarti ini kesempatanku! "Ya doojoon!" "Eh eunjung,wae?" "Ani,tadi kulihat anak baru menangis dan larinya berasal dari sini. Apa yang kau lakukan padanya?" "Ah aku tidak melakukan apapun kok,kau tidak pulang" "Aku tadinya ingin pulang,bagaimana dengan mu?" "Hmm? Aku juga akan pulang" Dia bangun dari duduknya dan menepuk belakang celananya yang kelihatannya kotor "Kenapa eunjung? Kau mau pulang denganku?" DEG! Wajah usil itu membuat jantungku tidak sehat! Dasar anak satu ini! "E...eh? Ka...kau pede sekali!" "Yasudah kalau begitu maukah kau pulang denganku eunjung-ssi?" "Hahaha apaan sih! Arraseo,kajja! Kita pulang"
Alodia POV
Wae? Kenapa dia marah? Kenapa aku malah menangis dan pergi? Padahal aku tau aku yang membuat dia marah,aku bahkan tidak bisa membaca suasana kalau dia sedang tidak mood. Ini semua salahku! BRUK! "Mi...mian.." "Noona? Gwenchanaa?" "Ilhoon....?"
"Oh jadi begitu,memang hyung akhir-akhir ini kelihatan tidak semangat" "Aku tidak mengerti padahal aku hanya bilang bahwa ada kemungkinan eunjung suka padanya" "Eh...?" "Kau tau sesuatu ilhoon?" "Aku tidak tau pasti ada kaitannya atau tidak" "Apa itu ilhoon?" "Semenjak kepulangannya dari jepang waktu itu,sudah lama sekali... Dia menolak semua wanita yang mendekatinya,mau teman ataupun siapa pun itu. Dia hanya mau didekati eommanya , noona nya dan juga mina saja. Selain itu dia tidak dekat dengan perempuan manapun,kalaupun ada yang agresif dia menolak dengan kasar hingga meneriakinya. Walau aku tidak tau penyebabnya apa" "Oh begitu yah.." "Mian noona aku tidak bisa membantu banyak" "Gwenchana ilhoon,aku sangat amat terima kasih dengan informasimu itu" "Oh ya noona mian aku harus duluan,mina menungguku" "Arraseo,kajja! Kau ditunggu pacarmukan?" "Hehehe ne noona,aku duluan" dan kulihat ilhoon berlari sambil melambaikan tangan kearahku terus,aku juga tidak mengerti kenapa begitu. Saat pertemuan ku dengannya pun juga tidak sengaja,dia menolongku yang hampir diperkosa itu. Memang dia menolongku tapi wajahnya sangat lah berseri,dia tersenyum dan tertawa lepas. Ada apa di jepang doojoon?
Aku terlalu berpikir keras sampai membuatku tidak sadar aku sudah didepan rumahku sendiri "Alodia" aku menengok ke arah suara yang aku kenal itu "Doojoon? Wae?" "Mianhae aku marah padamu tadi siang,aku tau kau tidak salah dan kau tidak juga menyinggungku" "Gwenchana doojoon,aku mengerti kok kau sedang tidak ingin diganggu. Salah aku juga menyeletuk hal yang tidak berguna begitu" "Bagaimana kalau kita ketaman didekat sini dulu?" Aku mengangguk dan mengikutinya ke arah taman,kami duduk diayunan dan dia membelikanku cocoa kaleng hangat. "Aku selalu kesini bersama ilhoon,mina dan woonie,dan kami selalu menikmati cocoa kaleng hangat ini. Disinilah tempat kami selalu bertukar cerita,mungkin suatu saat kau juga akan ikut bersama kami disini" "Begitulah,semoga saja yah" dan kemudian hening tidak ada pembicaraan lagi,akupun memberanikan diri membuka obrolan "Doojoon,sekitar 1-2 tahun yang lalu kau ke jepang kan?" Kulihat mukanya memucat dan terlihat kaget "Ba...bagaimana kau tau?" "Kau tidak ingat? Waktu itu kau menolong seorang yeoja yang hampir diperkosa?" Dia menggelengkan kepalanya "Itu adalah aku doojoon...." "Eh? Kau?" "Ne.... waktu itu aku sangat ingin berterima kasih padamu,tapi karena shok yang ada aku malah menangis kencang. Tapi aku benar-benar berterima kasih padamu doojoon,kalau saja kau tidak datang waktu itu" dia menepuk kepalaku pelan "Sudahlah,kau kan sudah selamat. Aku tau kok,hehe" "Gomawo doojoon....gomawo" "Sudah dong,nanti aku malu" "Gak usah malu dong kan kau sudah berbuat baik" "Eh...?" Saat aku menengok muka doojoon kembali pucat "Doojoon? Gwenchana?" "A...ah mian aku harus pulang,kau juga jangan lupa pulang yah...." "Doo...doojoon..!" Dia sudah pergi,ada apa? Kenapa mendadak dia berubah pucat kembali? Apa aku salah berbicara lagi?
Doojoon POV
Kenapa? Kenapa dia sangat mirip dengan nya? Wajahnya,matanya,bahkan kata-katanya tadi! "AAAAAAAA!" "Doojoon~ah? Gwenchana? Doojoon~ah?!" Aku tidak mendengarkan terikkan eommaku, kepala ku sudah penuh akan dia! Kenangan bersamanya dan juga semua kata-katanya,kenapa kau kembali lagi? Wae? Tidak bisakah kau menghilang? Kau sendiri kan yang ingin aku melupakanmu? Kenapa kau kembali lagi? WAE??????
"Annyeong doojoon" "Annyeong eunjung..." "Annyeong doojoon" "Annyeong..." mian alodia aku dingin padamu,padahal kau tidak punya salah apapun padaku. Kulihat wajah alodia berubah murung dan terlihat kaget akan sikapku hari ini,kumohon alodia jangan dekat dengan ku sementara ini. Atau aku tidak akan melupakan dia yang wajahnya mirip denganmu itu "Doojoon?" "E..eh ya kenapa eunjung? Mian aku bengong" "Gwenchana aku hanya bilang kita akan pindah kelas,kajja!" aku pun bangun dari kursi ku dan bersiap pergi kekelas berikutnya tapi alodia sudah ada didepan ku,dengan wajahnya yang menahan tangisannya. "A..alodia...?" "Wae? Kenapa kau begitu dingin padaku? Apa salahku padamu.." "A..alodia....mi...mian.." "Kenapa kau memalingkan wajah dariku? Kenapa kau bisa berbicara dengan eunjung bertatap mata tapi tidak padaku?" "Mian alodia,kumohon aku harus pindah kekelas berikutnya" "Kau memang tidak peka! Kau jahat" dia memukulku "Tu..tunggu alodia,kau kenapa" "Kau jahat! Akulah yang pertama bertemu denganmu,aku lah yang mencarimu sampai kekorea. Tapi kenapa? Kenapa kau malah melihat eunjung? Padahal kau bilang dia benci padamukan? Kenapa kalian sekarang dekat? Kenapa kau tidak bisa melihat orang yang benar-benar menyayangimu?" dia menangis kencang dan akhirnya aku memeluknya "Mian....mian... alodia.... Mianhae...." aku memang tidak peka,aku hanya sibuk memikirkan seseorang jauh didalam ingatanku dan membuat orang lain terluka. Mungkin teriakan alodia sama dengan apa yang akan diteriakkan mina padaku,aku tidak boleh begini terus... tidak.... aku memang harus melupakannya

Infinitely Yours (FF) Eps.3

Doojoon POV
"Doojoon~ah ... mianata... aku tidak bisa..." "ANDWAE!" Eh? Aku hanya bermimpi? Ingatan itu melekat erat pada otakku,tapi kenapa aku mengingatnya lagi? Padahal kejadian itu juga sudah lama sekali "Doojoon~ah? Wae? Kau tidak berangkat kuliah?" "Ah gwenchana eomma,aku akan segera bersiap" akupun berjalan ke kamar mandi,aku masih tidak mengerti kenapa dia kembali lagi ke ingatanku? "Eomma aku berangkat ya" "Ne doojoon~ah,hati-hati yahh" saat aku menutup pintu aku kaget saat melihat woonie sudah ada disitu "Ya woonie! Kau mengagetkan ku saja!" "Mian hyung,hehehehe annyeong" "Annyeong,kau tidak sekolah?" "Loh hyung belum tau?" "Mwo?" "Aku sudah lulus dan akan masuk kampusmu" "Mwo???? Dasar woonie kau terlalu pintar sampai melompat kelas jauh sekali,bukannya harusnya sekarang kau kelas 2 SMA?" "Ah sudahlah hyung,kita berangkat sekarang" "Ne woonie" saat kami akan berangkat aku melihat sesosok yeoja yang aku kenal "Annyeong alodia" "Annyeong doojoon,kau akan berangkat kuliah sekarang" "Begitulah,mau berangkat bersama?" "Ne,anuu namja itu siapa?" "Dia? Dia temanku,rumahnya juga tidak jauh dari sini. Namanya Son Dongwoon,panggil saja dongwoon. Woonie ini noona yang baru pindah sebagai tetanggaku,ilhoon dan mina" "Oh annyeong noona" "Annyeong nama ku alodia,hey jangan memanggilku noona aku terlihat tua sekali" "Loh woonie ini line 91 loh alodia" "Eh? 91? Sudah kuliah" "Hehehe ne noona,aku lompat kelas" "Aduh kalian memang pintar sekali yahh" "Ah sudahlah kita berangkat sebelum kita telat,kajja!"
"Hyung kita berpisah yah,sampai ketemu pulang nanti" "Ne woonie,alodia kajja kita masuk kelas" saat aku berjalan memasuki kelas,aku merasa ada yang memperhatikanku dan kulihat itu dari eunjung sunbae. Saat ku menundukkan kepala padanya dia malah membuang muka padaku,ada apa sih dia? Aku salah apa padanya? "Eh alodia aku hari ini tidak duduk disampingmu dulu yah" "Wae doojoon?" "Aku ingin bertanya sesuatu pada eunjung sunbae" "Oh ne doojoon" lalu aku duduk disamping nya,kulihat wajah dia berubah kaget "E...eh ngapain kau duduk disini? Sana duduk diatas dengan anak baru itu!" "Ani! Aku ingin duduk disampingmu kok" "Eh?Ma...mak..maksudmu?" "Kau benci padaku ya? Aku melakukan kesalahan apa padamu?" "An...ani.. aku tidak benci padamu" "Lalu?" "Jangan memasang muka melas seperti itu,menjijikan" "Aku tidak memasang muka melas kok" "Huh sudahlah,jangan ganggu aku" "Tuh kan kau benci padaku" "Sudah kubilang tidak! Aku suka kok" "Eh?" tiba-tiba wajah eunjung sunbae memerah dan membuang muka padaku "Ma...mak..maksudnya suka sebagai kakak kelas dan adik kelasnya! Sudah diam lah kau" aku tersenyum "Gomawo eunjung,itu artinya kita bisa berteman kan?" Dia tidak menjawab,hanya menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak mau dihadapkan padaku. Lucu sekali
Ilhoon POV
Alodia? Dia baru pulang kampus? Aku segera berlari kearahnya,tapi kulihat wajahnya agak sedih "Noonaaaa" "Eh? Mwo ilhoon?" "Ani,noona baru pulang kuliah?" "Ne ilhoon..." tumben dia tidak sesemangat sebelumnya apa dia lagi ada masalah? "Oh ya noona,mau tidak menemaniku jalan-jalan? Didekat sini ada festival dan banyak sekali makanan ringan,bagaimana?" "Eh? Hmm.... bagaimana yaa" "Sudah ayo noona,toh lumayan kan? Aku janji aku yang akan meneraktir noona deh" Dia tidak menjawab hanya mengangguk lemah,lalu aku menarik tangannya "Ayoo noona"
Setelah kami bermain dan membeli beberapa makanan ringan wajahnya mulai kembali seperti semula,dia tertawa lagi dan kembali menjadi dia yang sebelumnya "Hahahaha gomawo ya ilhoon,berkat kau aku lupa kalau aku ada masalah" "Benarkah? Kalau gitu kita lain kali jalan-jalan lagi yahh noona" "Ne ilhoon,eh ya ilhoon" "Mwo noona?" "Dijepang aku terbiasa dengan panggilan nama,jadi mulai sekarang panggil saja aku alodia yah" "Ne... alodia" "Nahh kita jajan apa lagi yah?" "Alodia...." aku memegang tangannya "Wae ilhoon? Kau masih capai?" "Ani... aku ingin berbicara sesuatu" "Mwo? Katakan saja" dia kembali duduk disampingku,bagaimana ini? Tapi aku sudah tidak tahan lagi menahan perasaan ku "Anu...alodia.." "Hmmm?" "Aku suka padamu.." "Eh....?"
Doojoon POV
Kelas hari ini sungguh sangat membuatku lelah,padahal malam ini ada pertandingan bola kesukaanku. Eh? Bukannya itu ilhoon? Kenapa dengannya? Sepertinya dia ada masalah "Ilhoon?Gwenchana?" "Mian hyung,aku ingin sendiri dulu" "Arraseo,tapi kau harus pulang yah. Kalau kau sudah siap kau bisa cerita padaku" "Gomawo hyung,mian...." Lalu dia berjalan pergi,ada apa yah padanya?
"Annyeong eunjung" "Annyeong doojoon,hari ini kau duduk disampingku lagi?" "Wae? Tidak boleh?" "Ada harganya" "Eh? Aku harus bayar?" "Tentu saja" "Ehhh? Jangan mahal-mahal donggg" "Ani,kau harus membayarnya dengan mengajariku! Materi ini sangat susah tapi kau cepat sekali mengertinya" "Hahaha arraseo,aku akan mengajarimu. Bagaimana kalau nanti sore di perpustakan?" "Ne! Jangan lupa janjimu ya,aku ada kelas lagi abis ini" "Ne eunjung" tanpa sadar aku menengok kearah bangku alodia dan mata kami bertemu,dia langsung membuang muka. Kenapa sama alodia ya? Tidak biasanya dia murung? Mungkin dia ada masalah,sudahlah "Anu...doojoon" "Eh? Mwo alodia?" "Kau mau pulang sama-sama?" "Eh mian alodia hari ini aku ada janji untuk mengajari eunjung,jadi kau pulang duluan saja dengan woonie ya" "Eunjung?" "Ah ne dia bilang agar aku memanggil namanya saja" sesaat aku melihat pandangan kecewa tapi dia langsung memalingkan mukanya "Anu... alodia...?" "Sudah ya aku duluan kalo gitu doojoon" "Eh... tunggu...."  tapi dia keburu lari keluar,ada apa dengan alodia? Aku ada salah apa yah dengannya? 
"Yo eunjung" "Mwo? Kenapa tunggu disini? Kubilang tunggu di perpus kan?" "Perpus sedang dipakai anak-anak semester terakhir jadi penuh" "Yahh terus gimana? Aku tidak punya cukup data" "Hmmm dirumahku sih ada bukunya,bagaimana kalau dirumahku?" "Eh...? Dirumahmu?" "Tenang saja aku namja yang baik kok tidak akan menyerang seorang yeoja meskipun hanya berduaan" "Jinjja?" "Ne eunjung,sudahlah kajja"
Ilhoon POV
Aku merasa tidak enak padanya,padahal sudah jelas dia hanya menganggapku adiknya... "Aku suka padamu" "Eh? Kau tidak bercanda kan ilhoon?" "Aku serius alodia" Dia menunduk dan kulihat air matanya menetes "Mian aku tidak bisa,aku hanya menganggapmu adikku" "Ta..ta..tapi....Kau selalu cerita tentang namja yang kau temui dijepang itu,aku tau! Tapi dia tidak muncul lagi bukan? Bukankah ini saatnya kau melupakannya?" "Ani,aku bertemu lagi dengannya" "Nugu? Dia siapa?" "Dia... doojoon..." "Eh?"
Semenjak kejadian itu aku jadi tidak enak melihat muka alodia maupun doojoon hyung,jadi selama ini namja yang ia ceritakan padaku adalah doojoon hyung. Eh? Itu bukannya doojoon hyung? Siapa yeoja sampingnya? Kenapa doojoon hyung membawanya kerumah? Aku tau kalau hyung bebas mencintai yeoja lain,tapi pikirlah perasaan alodia. Tapi apa dia sudah tau? Sudahlah aku akan memberitahukannya,eh? Mina? Dia masuk kerumah hyung? Apa yang dia lakukan? Akupun segera berlari kedalam,lalu kudengar dikamar hyung "Hyung kenapa kau begini?" "Kau kenapa mina? Tenanglah dulu" "Kenapa kau membawa yeoja lain? Wae?" tangis mina "Mina tenanglah,ada apa?" "Hyung kau tidak pernah mengerti! Tidak pernah!" "Mina?" "Aku menyukai hyung,dari kita kecil! Tapi kau tidak pernah mengerti itu! Alasan kenapa aku belajar giat adalah kau hyung! Kenapa kau tidak pernah mengerti?" Aku kaget dengan pernyataan mina,jadi dibalik manjanya pada hyung tersimpan perasaan nya? Kulihat yeoja disampingnya kaget juga,tapi kulihat wajah hyung tenang "Mian mina,aku hanya menganggapmu adikku. Kau pasti mengerti bukan? Sayangku padamu hanya sebatas kakak kepada adiknya,aku yakin mina suatu saat kau akan jatuh cinta pada orang yang juga menyayangimu... aku yakin itu...." mendengar kata hyung,aku mengingat kata-kata alodia. Memang mereka tidak bermaksud menyakiti kami berdua,akupun baru mengerti kata-kata itu. Akupun menunggu mina didepan rumahnya dan kutebak matanya sembab "Yo mina" "Ngapain kau disini?" "Galak sekali,aku membawa kan cocoa hangat kesukaanmu. Bagaimana kalau kita ke taman?" "Aku tidak ada waktu buat itu! Aku harus belajar" "Mina... jangan sok kuat" "Mak..maksudmu?" "Aku juga baru ditolak oleh noona yang baru pindah sebagai tetangga kita..." "Eh?" Aku mendekati mina dan memeluknya "Jadi aku tau apa yang kau rasakan mina" "Lepaskan ilhoon! LEPAS!" Aku tidak melepasnya walau dia meronta sekuat tenaga,lalu kurasakan rontaan nya semakin melemah dan dia menangis "Mian... ilhoon... gomawo..." "Ne...gwenchana,nangis lah sepuasmu mina. Karena kita sama-sama patah hati"

Friday, October 17, 2014

Infinitely Yours (FF) Eps.2

Doojoon POV
Huuaaaah aku masih mengantuk rasanya,badanpun pegel dan lagi mataku rasanya berat tapi hari ini aku ada kelas pagi. Kalau bukan karena aku mengincar absen terbaik aku ingin rasanya tidak masuk "Doojoon~ah" "Ne eomma? Wae?" "Itu ada yeoja yang mencarimu" "Yeoja?" "Yeoja? Nugu?" aku segera memakai baju dan turun kebawah,yeoja siapa? Mina? Tapi pasti eomma ku sudah kenal dengan mina,siapa yah? "Eh?" "Annyeong doojoon-san" "Alodia? Wae?" "Anu kan kita satu kampus,bagaimana kalau kau memberitahu aku jalan menuju kampus?Karena kemarin aku kesana diantar ayahku" "Ohh arraseo,sebentar yah aku ambil sarapan lalu kita jalan" "Ne..."
Aku belum terlalu mengenalnya,tapi dia cukup berani mengajak aku berangkat bersama kekampus padahal dia belum kenal betul dengan ku "Doojoon-san? Wae?" "A..ah...ani,aku cuma heran kok kau bisa berani mengajakku padahal kau belum terlalu mengenalku?" "Hmmm gimana yah? Aku tau kok kalau doojoon-san itu orang yang baik,oh ya kalau tidak salah kau lebih muda dariku 1 tahun yah? Kau pintar sekali sudah masuk semester 3" "Ah ani,kau sendiri juga pintar kan? Harusnya seumurmu itu masih semester 1" "Ani doojoon-san,aku masih kalah dengan mu yang sudah dikenal sebagai mr.perfect karena mempunyai IQ tertinggi sekampus" "Eh? Aku tidak begitu pintar kok" "Tuh kan memang doojoon-san orang yang baik,bahkan kau rendah diri.." "Eh...anu.." "Mwo?" "Panggil saja aku doojoon,alodia..." "Ne...doojoon"
"Hello? Ada orang disanaa?" "E...e..ehh... mwo?" "Eunjung sunbae pagi-pagi sudah melamun saja" "Ini bukan urusanmu anak kecil" "Arraseo...." ada apa yah eunjung sunbae? Setelah dia bengong dia malah memarahi ku "Doojoon aku duduk disampingmu yah" "Ah silahkan saja alodia..."
Eunjung POV
Wae eunjung? Ada apa denganmu? Kau kehilangan kontrol dan marah-marah gini cuma gara-gara si anak tukang pamer itu datang berdua dengan si anak baru? Apa-apaan sih? Itu kan bukan urusanku dan lagi kenapa coba aku marah-marah? "Ya eunjung!" "Mwo yuuki?" "Kulihat kau melamun terus,pasti karena doojoon datang berdua dengan anak baru itu kan?" "E...e....e..ehh... a...aniya! Kenapa aku harus marah melihat mereka berdua?" "Ehhh.....? Aku tidak bilang marah lohhhh,hayooo kau pasti sudah mulai ada perasaan padanya" "Ih yuuki! Jangan bodoh deh! Sudah aku pergi,aku masih ada kelas" "Hahaha miaaannn eunjungggg"
Huh yuuki pabo! Bagaimana bisa aku punya perasaan dengan laki-laki tukang pamer dan sok pintar itu? Huh! Aku tidak akan tertarik pada junior atau yang lebih muda padaku,eh? aku tergelincir? tidak pasti aku akan jatuh! Eh? Tidak jatuh? Siapa yang memegangiku? "Hati-hati dong sunbae,hampir saja kau jatuh" Eh? si tukang nampang? Aku segera melepaskan pegangan nya dan berdiri tegap "Hmm..... gomawo" "Ne cheonma sunbae,aku duluan yahhh. Hati-hati dan selalu lihat jalan sunbae" Ihh apa-apaan sih anak itu,dia berlari meninggalkanku tapi... kenapa dengan dadaku? Kenapa jantungku berdebar keras? Hanya dengan melihat senyumnya itu? Aniyaaaaaaaaaaaa! Eunjung sadarlah! Kau tidak mungkin menyukai anak tukang nampang seperti diaaa! 
Tapi aku tidak boleh kalah! Walau begitu anak itu memang cukup pintar,dia memiliki nilai sempurna dan dikatakan para dosen dia bisa lulus kuliah S1 dalam waktu 2tahun kurang! Bahkan mungkin bisa hanya 1 tahun,aku harus bisa melebihi dia! Jangan membuat perjuanganku yang sepulang kampus selalu di perpustakaan ini sia-sia ! Aku pasti bisa! Aku pasti bisa mengalahkan nya!
Hmm? Hangat,dimana ini? "Ya sunbae! Kau sudah bangun?" "Eh? Kau....?" "Sunbae ini sudah hampir malam,pulang laah! Kau ketiduran di perpustakaan" Eh?Mwo? Aku ketiduran? Dan si tukang nampang itu melihatku tertidur? Tapi.... dia menyelimutiku dengan jaketnya dan dia tidak pulang sampai jam segini? Berarti dia menjagaku, DEG! Aduh jantungku berdebar-debar lagi! Sudahlah aku pulang saja "Ini jaketmu" dia hanya mengangguk dan mengambilnya "Lain kali jangan ketiduran lagi yah sunbae" dia? Tersenyum? Aduh jantungku tidak bisa diam "Sudah yah...." "Tunggu!" Eh? Dia memegang tanganku? "M...Mwo...?" "Kita bareng saja sampai stasiun,lagi pula sudah malam tidak baik yeoja pulang sendiri malam-malam" Argh dasar anak ini! Aku terpikat senyum nya dan setuju saja untuk pulang bersamanya,saat aku berjalan menuju stasiun pun kami tidak berbicara apa-apa "Ah sudah sampai stasiun,hati-hati yah sunbae" "Tunggu...." "Mwo sunbae?" "Go...gomawo,dan jangan memanggilku sunbae lagi" "Arraseo eunjung,cheonma..." "A...ak..aku... duluan yah..... doojoon" lalu aku lari begitu saja,ada apa dengan ku?
Ilhoon POV
Huft doojoon hyung pulang malam hari ini? Padahal aku ingin menanyakan pekerjaan rumah yang tidak ku mengerti,aku tidak bisa bertanya pada mina karena itu memalukan! Aku kan ingin lebih pintar dari nya,huh ya sudah aku pulang saja ah. Eh? Siapa itu? Yeoja yang cantik "Annyeong..." salamku padanya "Annyeong... kau tinggal didaerah sini?" "Ah ne,aku tinggal didua rumah dari sini" "Ohh berarti masih tetanggaku dong?" "Eh? Noona ini orang yang baru-baru ini pindah?" "Ne, perkenalkan namaku Alodia Gosiengfiao..." "Annyeong namaku Jung Ilhoon,noona bisa memanggilku ilhoon" "Noona? Kau memang umur berapa?" "Anu..aku baru kelas 3 SMP" "Ohh baiklah,ilhoon~ah salam kenal yahh" "Ne noona..." "Aku masuk kedalam dulu yah,kau hati-hati" "Ne noona" setelah noona itu masuk akupun segera berlari kerumah dan lari kekamarku. Cantik sekali noona itu,kalau ku tebak dia seumuran doojoon hyung. Sudah jarang sekali ada perempuan selain mina , DEG! Eh? Kenapa dada ku ...? Kenapa aku berdebar-debar? Dengan yeoja yang lebih tua? Ahhh aniya! Masa aku jatuh cinta pada yeoja yang lebih tua itu sih? Tapi cinta kan tidak memandang umur,aduh ilhoon pabo! Noona itu lebih cocok dengan doojoon hyung! Aduuh! "Hoonie~ah ada doojoon datang kemari,turunlah" "Ne eomma" "Mwo hoonie? Katanya ada yang ingin kau tanyakan" "Eh ya hyung,ada pekerjaan rumah yang aku tidak mengerti" "Sini coba aku lihat" Bagaimana ini? Apa aku cerita saja pada doojoon hyung? Tapi apa tidak terlalu mendadak dengan pertemuan pertama? Mungkin saja aku hanya terlalu takjub pada kecantikan noona itu "Ya hoonie!" "Mwo hyung?" "Kau mendengarkan ga sih? Jangan bilang kau memang sengaja agar aku yang mengerjakan PR mu ini?" "Eh aniya hyung aku mendengarkan kok" "Jinjja?" "Ne hyung!!" Ah sudahlah lain kali saja aku berbicara dengan hyung,lagi pula tidak mungkin juga aku menyukai yeoja yang lebih tua... tidak akan kok
"Annyeong ilhoon~ah" Eh? Suara ini? "Eh.. annyeong alodia noona" "Kau akan berangkat sekolah?" "Ne noona,noona juga mau pergi kuliah? Tidak apa-apa sendirian?" "Ne ilhoon,aku sudah tau jalannya kok karena temanku mau menunjukkannya. Lagi pula temanku hari ini tidak ada jadwal kelas jadi aku berangkat sendiri saja" "Tapi tidak apa-apa?" "Tenanglah ilhoon,noona tidak apa-apa noona sudah hafal kok" "Hmm noona..." "Ne ilhoon?" "No...noona... ada waktu tidak... sepulang kuliah noona?" "Ani,ada apa?" "Mau kutunjukkan kota korea pada noona?" "Eh? Jinjja?" "Ne noona" "Arraseo! Nanti yah jam 2" "Ne noona..." dia pergi sambil melambaikan tangan padaku,dia kearah yang sama dengan doojoon hyung apa dia satu kuliahan dengan doojoon hyung? Ah kalaupun sama kan tidak ada apa-apa aku tidak berhak marah,lagipula aku hanya mengantarkan dia jalan-jalan saja. "Ya ilhoon!" "Eh? Mwo mina?" "Kenapa kau melamun? Tugas nya sudah dikumpulkan?" "Sudah,ah ya mina aku izin pulang jam 2 yah" "Tumben sekali..." "Pokoknya izinkan saja aku yaaah" Aku segera berlari ke arah stasiun yang kami janjikan "Ilhoon~ah siniii" "Ah noona mian membuat menunggu" "Ah gak apa-apa kok ilhoon,kita mau kemana?" "Kemana saja noona yang noona mau"
Kami jalan-jalan kesetiap tempat yang aku tau,kami sempat makan dan foto bersama-sama dan tanpa sadar hari sudah gelap dan kami kembali kerumah kami masing-masing. Aku tidak dapat membayangkan lagi kejadian hari ini,bagaimana bisa yah aku merasa dia bukan seperti seorang noona. Aku merasa dia seperti menyesuaikan umurnya padaku,aku tidak menyangka dia seorang noona! Aku benar-benar jatuh cinta padanya,senyumnya,tawanya dan gerak-geriknya membuatku aku tergila-gila padanya. Bagaimana bisa? Ini aneh sekali , hape ku tiba-tiba bergetar dan kulihat sms dari alodia noona "Ilhoon~ah sankyuuu buat hari ini >_< kuharap kita bisa jalan-jalan lagi yaah,jangan menyesal loh berpergian denganku yang heboh ini. Alodia" Hehehe mana mungkin aku menyesal noona? Karena kau sudah mengambil hatiku.....