Doojoon POV
"Kau tidak boleh menjadikannya pelarian dong! Kau tidak boleh menyakiti perasaan seorang yeoja doojoon~ah" "Kalau begitu kenapa kau tidak kembali saja kesisiku?" "Aku sudah tidak bisa,tenang saja kau akan mendapatkan penggantiku doojoon~ah. Saranghe" "Saranghe shinyeong..."
"Hyung? Kau sudah sadar?" "Ne... kau sudah memesan tiket pesawat woonie?" "Sudah,nanti malam jam 7 pesawat kita ke korea. Lebih baik hyung mandi dulu dan makan,aku sudah membelikan mu makanan" "Ne,gomawo woonie" Aku berada dijepang,ya seperti keiinginan ku saat itu aku akhirnya mendatangi makam shinyeong. Tapi semenjak aku sampai disini aku makin sering memimpikannya,tempat ini... Apartemen ku yang dulu sering dikunjungi shinyeong,shinyeong aku rindu padamu.. Drrt..drrrt... lagu No More dari Beast pun mengalun pelan dari hp ku dan ku tengok itu adalah eunjung "Annyeong eunjung,mwoya?" "Annyeong joonie,kau akan pulang kapan?" "Besok... Bagaimana keadaanmu?" "Sudah membaik kok,kau sudah makan?" "Aku baru saja selesai mandi dan sekarang akan makan kok" "Oh arraseo,jangan lupa makan yah joonie. Saranghe joonie" "Nado...." akupun menutup telfon dari eunjung dan kusadari sudah hampir 2 minggu kami berpacaran,aku sudah tidak sempat melihat alodia karena aku sudah 1 semester lebih dulu darinya. Sedangkan eunjung menempati semester yang sama dengan alodia,aku merasa bersalah dengan eunjung karena aku berpacaran dengan nya tanpa ada perasaan suka sedikitpun. Bagaimana ini? "Doojoon~ah ayo makan!" eh? Suara shinyeong lagi? Aku merasa semenjak dijepang aku begitu dekat dengan shinyeong,bayang-bayang nya dan suaranya selalu terdengar. Entah kenapa waktu aku melewati jalan itu,jalan dimana shinyeong menghembuskan nafas terakhirnya aku juga merasa mengulang kejadian itu. Memang hampir 60% adalah salahku tapi yang kuingat orang yang menabrak shinyeong pun juga sedang dalam keadaan mabuk dan juga sempat melarikan diri sehabis menabrak shinyeong,untung saja waktu itu aku mengingat plat nomornya dan diapun ditangkap. Aku mengingat jelas wajah shinyeong saat itu dan amarah ku dimana orang yang menabrak shinyeong dibebaskan dengan mudahnya hanya karena dia kehilangan ingatan! Bagaimana bisa? Dia sudah membunuh orang dan dia bebas dengan seenaknya? Sial kalau saja waktu itu aku ikut ke kantor polisi pasti aku tau siapa yang menabrak shinyeong...
Alodia POV
"Ya alodia-chan!" "Eh...nani? Apa yang kau katanya Shizu?" "Aku sudah jauh-jauh dari jepang kemari demi menengok sahabatku satu ini,dia malah melamun didepanku. Kau jahat sekali" "Ani...shizu...mianhe..." "Heyyy kau sudah terbiasa dengan korea?" "Eh...eh bukan berarti aku melupakan jepang...anu... hanya saja..." "Nenenene aku tau alodia,aku senang kalau tau kau sudah mempunyai banyak teman dan sudah terbiasa dikorea... aku tenang kalau begitu" "Eh? Kau mengkhawatirkanku?" "Aku ini tipe orang yang tidak akan melupakan sahabatnya begitu saja bukan?" "Ahhh arigatou shizuuuu" "Ya kau terlalu berlebihan! Hey bukannya ada hal yang ingin kau tanyakan padaku?" "Oh ya,kau masih ingat eunjung? Ham Eun Jung?" "Hmm.... Oh yang dulu sempat tinggal disebelah rumahmu dijepang kan?" "Ne..." "Bukankah kalian juga sempat berteman? Apa kau bertemunya lagi disini?" "Ne..." "Bagus dong kalau begitu,tapi kenapa wajahmu sedih begitu? Apa dia jahat kepadamu?" "Ani... dia seperti melupakan ku" "Mwo? Melupakanmu?" "Ne shizu,aku sendiri pun bingung padahal kami berteman lebih dari 1 tahun dan dia lupa akan segalanya" "Sudahlah alodia,mungkin dia memang bukan teman yang baik..." Setelah shizu pamit pulang aku pun berpikir lagi,oh ya aku lupa menanyakan soal shinyeong! Sepertinya aku tidak merasa asing dengan nama itu dan pernah mendengar namanya sebelumnya,tapi entah kenapa aku tidak bisa mengingatnya. Tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku "Kau mau tau?" Kulihat yeoja yang cantik dan tampaknya tidak begitu berbeda dengan ku "Nuguya?" "Aku? Aku adalah orang yang ingin kau tau,aku adalah....."
Aku segera berlari kearah stasiun,andwae bagaimana bisa? Setelah aku tau ceritanya aku malah panik begini? Tapi paling tidak aku memang harus bertemu dengan doojoon! Aku harus memberitahukan dia tentang ini,pantas saja banyak kejanggalan diotakku ternyata memang begitu. "Alodia?" Aku menengok kearah namja yang ku kenal itu "Seunghoo-ssi?" "Kenapa kau berlari ditengah malam begini?" "Anu...aku sedang terburu-bur...." Tiba-tiba aku seperti merasa kenal dengannya "Seunghoo-ssi kumohon ikutlah denganku" "Eh? Mwo? Kemana?" "Sudah ikut sajaa"
Doojoon POV
"Joonie kenapa wajahmu murung? Apa karena kau terlalu lelah dari jepang?" "Ani hanya saja...." Mana mungkin aku memberitahumu kalau aku merasa sedih jauh dari shinyeong... Semenjak kepulanganku dari jepang aku tidak lagi memimpikan shinyeong bahkan aku tidak bisa lagi mendengar suaranya "Joonie... kau sedang memikirkan siapa" "Bukan siapa-siapa , kau tidak perlu tau" "Wae? Kenapa kau begitu dingin denganku? Aku yeojachingumu kan?" "Berisik! Lepaskan tanganku" ketusku pada eunjung "Ani! Aku tidak akan melepaskanmu! Siapa yang kau pikirkan joonie? Siapaaaa??" "Doojoon..." lalu aku menengok kearah suara itu,alodia? Dan... seunghoo? "Doojoon? Ternyata dia temanmu alodia? Dan... yeoja itu..." "Dia yeojachinguku seunghoo! Apa yang kau lakukan disini?" "Mwo? Yeojachingu....." "Doojoon aku ingin berbicara padamu,ini penting" "Mwo? Kau juga akan menyuruhku melupakan shinyeong seperti seunghoo hah?" "Joonie siapa shinyeong? Apa itu mantanmu?" "Ne..." "Kenapa kau tidak pernah cerita? Apa kau akan kembali padanya?" Entah kenapa aku semakin kesal dengan sikap posesif eunjung padaku tapi sebelum aku membalas seunghoo yang lebih dulu berteriak "Kembali padanya? Mana bisa? Shinyeong... sepupuku sudah tidak ada didunia ini! Kenapa kau bisa tidak tau hah? Ham Eun Jung?" "Ma...maksudmu apa? Aku benar-benar tidak tau apa-apa... kenapa kau bisa tau namaku?" Akupun tidak kalah kaget dengan eunjung,bagaimana bisa seunghoo tau nama eunjung? Jangan-jangan.... "Bagaimana bisa aku tidak tau tentang mu nona! Karena kau adalah....." "Eh..."
Sial! Kenapa makin panjang masalahnya? Lalu kenapa bisa seunghoo kenal dengan alodia? Kenapa juga dia ada dikorea? Rasanya kepalaku ini ingin pecah rasanya "Hyung?" "Mwo mina?" "Hyung tidak apa-apa?" "Ne mina,hyung tidak apa-apa" "Jinjja?" "Jinjja,sudahlah kau mau bicara apa?" "Hyung benar tidak apa-apa karena kejadian kemarin....." "Tidak apa-apa mina,gomawo sudah mengkhawatirkanku" "Hyung bisa cerita padaku juga kok,aku akan mendengarkan cerita hyung. Mina kan adik hyung...." "Gomawo...mina,tapi hyung ingin sendiri dulu" "Arraseo hyung,kalau perlu apa-apa bicara padaku yah" "Ne..."
Alodia POV
"Mianhe noona,sepertinya hyung tidak ingin ditemui siapa-siapa dulu" "Arraseo,gomawo mina... Mian aku merepotkanmu" "Ani,noona juga sudah sering mengajarkan aku dan juga hoonie oppa jadi aku yang sangat berterima kasih dengan noona" Aku mengangguk dan mina pun pamit untuk pulang,anak yang manis dan begitu cocok dengan ilhoon. Tapi aku masih memikirkan doojoon tentang kemarin,mungkin seunghoo-ssi agak keterlaluan berbicara hal itu didepan doojoon langsung. Tapi bagaimana pun yeoja cantik yang datang kemimpiku itu..... "Nuguya?" "Aku? Aku adalah orang yang ingin kau tau,aku adalah Kim Shin Yeong" Eh? Shinyeong? Orang yang sangat dicintai doojoon? "Wae... Kenapa kau datang kepadaku?" "Karena aku yakin dan aku percaya padamu" "Eh?" "Tolong sampaikan kepada doojoon,perasaan ku ini... dan rasa bersalahku padanya...kumohon alodia hanya kau yang bisa kupercaya"
Tapi ternyata aku tidak bisa menyampaikannya karena hal kemarin,karena seunghoo-ssi mengatakan hal itu "Annyeong noona,kau sendiri saja?" Aku mendongak kan kepala "Woonie? Hmm begitulah" "Mianhe noona sebelumnya aku begitu dingin dan jahat padamu" "Gwenchana aku mengerti perasaanmu yang melindungi hyungmu itu" "Tapi akhirnya hyung tau semuanya yah?" Aku mengangguk "Tapi.... dia belum tau perasaan shinyeong dan alasan shinyeong yang selalu ada disekitarnya..." "No..noona tau?" "Waktu itu shinyeong datang kemimpiku dan memberitahukan semuanya..." "Noona berarti shinyeong percaya bahwa noona bisa membahagiakan doojoon hyung" "Eh? Mwo?" "Huh? Membahagiakan joonie-ku? Jangan mimpi deh" Aku menengok kearah asal suara itu,ya itu ada eunjung "Apa yang kau lakukan disini?" Sinis woonie padanya "Mwo dongwoon? Apa yang kulakukan? Aku adalah yeojachingu doojoon hyungmu! Harusnya aku yang bisa membahagiakan joonie!" "Bagaimana bisa kau tetap tenang kesini hah? Setelah hyung tau kalau kau adalah...." "STOP WOONIE" teriakku "Wae noona? Dia adalah orang jahat biarkan saja" "Mwo alodia? Kau mau bersikap sok pahlawan dan melindungiku hah? AKU TIDAK BUTUH! Katakan saja dongwoon! KATAKAN!" "Cukup eunjung! Bahkan kau sudah ingat semuanya kan? Tentang pertemanan kita? Tentang.... hal itu..." "Ya aku ingat semua! Tentang aku berteman denganmu,tentang dimana kau mengambil namja yang kusukai dan juga tentang aku menabrak seorang yeoja bernama SHINYEONG!"
No comments:
Post a Comment