Gikwang POV
Mwo? Dia masih menyukaiku? Dia bercanda? Aku melepaskan pelukkan geurim dan
aku menatap wajahnya,tapi dia tidak mungkin berbohong dengan wajah seperti itu
"Jin...jinjja?" "Ne kwangie,percayalah" "Tapi
bagaimana dengan yoseob? Bagaimana dengan ciuman kalian dan..." "Aku
tidak ada apa-apa kwangie,aku tidak bisa memaksakan hati ini! Aku tidak bisa
terus berbohong dan menyakiti hatiku sendiri,walau aku tau kau dan eunji sunbae
berpacaran..." "Aku dan eunji..." kreek suara pintu terbuka dan
kulihat eunji berdiri disana dengan mata sembab setelah menangis
"E...eun...eunji sunbae" kaget geurim "I...in...ini tidak
seperti yang kau lihat,mi...mian" "Kau tidak perlu minta maaf
geurim" "Eh?" "Eunji?Gwenchana? Kau sepertinya sehabis
menangis" "Sudah kwangie biar aku yang jelaskan semua pada
geurim" "Jelaskan tentang apa?" "Geurim,aku dan kwangie
tidak benar-benar berpacaran. Aku hanya ingin melihat reaksi yoseob dan juga
memberi pelajaran padamu,aku tidak sudi kau membuat teman ku sedih... Tapi ku lihat
kau tulus menyanyangi nya dan kau tidak seperti yang mereka bilang,jadi... aku
putus dengan gikwang sekarang" "Wae eunji? Aku tidak akan...."
"Ssst! Aku tidak ingin kau sedih dan terluka lagi kwangie,aku ingin kau
bahagia. Aku tidak apa-apa,aku kuatkan?" tidak! Aku tau dia habis menangis
sedari tadi dikelas dan mana mungkin aku meninggalkan nya setelah apa yang
yoseob lakukan padanya "Kwangie! Dengarkan aku! Aku tidak apa-apa,jadi
berbahagialah" "Jinjja? Kau tidak apa-apa?" "Ne,sudahlah
aku tau kalian saling mencintai. Ngomong-ngomong aku pulang duluan
yah,bye" dia meninggalkan aku dan geurim di keadaan yang sunyi dan suram
ini, tiba-tiba geurim... "Kau ingin mengejarnya bukan? Kejarlah,aku tau
kau orang yang baik kwangie. Kau tidak bisa membiarkan temanmu sendirian,ak...aku..."
air mata geurim menetes lagi "Ah... mata ku kelilipan,aku tidak apa-apa
kok" "Kau berbohong lagi!" "Eh?"
Geurim POV
Dia memelukku,apa itu artinya dia lebih memilihku dibanding menemani eunji
sunbae? Tapi aku tidak menjadi perempuan egois "Kwangie? Sudahlah"
"Aniya! Aku tidak akan meninggalkanmu lagi! Memang eunji adalah sahabar
berhargaku,tapi kau juga sama berharganya buatku" kata-kata itu membuatku
lega dan air mataku yang mengalir deras perlahan berhenti setelah gikwang
mengatakan itu "Saranghe...geurim" "Nado..."
Setelah aku mencuci muka ku dan juga sembab dimataku berkurang kami pun
berjalan pulang "Hey" "Hmm?" "Bagaimana dengan
yoseob?" Ah! Aku tidak begitu memikirkan nya,bagaimana ini? Aku baru
menyadarinya sekarang,kalau aku bicara jujur sekarang aku akan melukainya lagi.
Tapi kalau aku berbohong gikwang lah yang akan sedih "Hey..Geurim?"
"Ah? Hmmm aku juga bingung" "Aku tau kau tidak mau melihatnya
sedih bukan?" "Eh...eh tapi aku tidak menyukainya,itu hanya sebagai
te...teman" "Aku tau" dia mencubit pipiku "Aduh
sakitttt" "Yasudah kita diam-diam saja,biarkan kita seperti biasa.
Aku sebagai pacar eunji dan kau sebagai pacarnya" "Eh?"
"Jangan memasang wajah sedih begitu!! Hanya sampai waktunya untuk
menceritakan hal ini pada yoseob,kau tidak mau membuatnya terluka bukan?"
"Ah ne,aku mengerti sekarang" "Kau setuju?"
"Hmm,setuju" "Kalau begitu persiapkan raut wajahmu yah besok
pagi,jangan sampai membuat yoseob curiga" "Nee"
Aku berangkat cukup kepagian karena mimpi kemarin yang membuatku takut
apakah kemarin itu hanya mimpi? Tapi aku tidak tau akan berwajah seperti apa
didepan yoseob nanti,akupun kemarin mendapati bapak sms karena tidak pulang
bersamanya dan menjawab telfon nya "Heii,annyeong geurim"
"Annyeong seobie,mana eunji sunbae dan k...gikwang?" "Hmm
sepertinya mereka agak sedikit terlambat" "Haiiii yoseob!!
Geurim!!" "Annyeong eunji sunbae,gikwang" gikwang mendekat
sedikit padaku dan berbisik "Wajahmu agak sedikit terlalu bahagia,apa kau
begitu sayangnya padaku?" akupun langsung memandang nya malu,bagaimana
bisa dia berkata begitu dengan gampangnya?
Yoseob POV
Aku merasa ada sesuatu diantara gikwang dan geurim,dan entah kenapa mereka
berbicara dan juga geurim terlihat sangat bahagia. Apa mereka....? Ah tidak aku
melihat gikwang dan eunji masih mesra dan juga geurim hanya sebatas berbicara
saja,apa mereka sudah berbaikkan. Ataukah geurim sudah tidak ada perasaan
dengan gikwang? "Seobie?" "Eh...Wae geurim?" "Aku
membawakan bingsoo kesukaanmu,rasa strawberry!!" "Waaah gomawo
geurim" "Hehehe semoga rasanya sesuai denganmu" Dia juga jadi
makin perhatian padaku,apakah itu tanda-tanda dia mencintaiku? Tapi aku tidak
bisa senang dulu karena dia juga membawakan makanan untuk woonie,eunji dan
gikwang, berarti dia membawa bingsoo ini juga bukan khusus untukku.
Tenang-tenang yoseob perlahan-lahan dia akan mencintaimu,paling tidak dia sudah
tidak sedih dan juga sepertinya dia sudah tidak menyukai gikwang lagi "Hei
yoseob sepertinya kau senang sekali" kata gikwang padaku "Karena
bingsoo ini enak sekali" paling tidak perasaan dia padamu sudah hilang
gikwang! Ini saatnya untukku
Gikwang POV
"Hey dia senang sekali loh kau membuatkan bingsoo strawberry
untuknya" "Jinjja? Apa kau cemburu kwangie?" "Jelas
saja!" "Uggh lucunya! Tenang saja lain kali akan kubuatkan jjang jjang
myun kesukaanmu" "Ah aku sudah mendapatkannya dari eunji"
"Oh dari eunji sunbae? Enak tidak? Sepertinya jjang jjang myun buatan akan
tidak seenak punya eunji sunbae" "Eh? Kau cemburu?Hahahahaha"
"Ihhhh aniya!!" geurim memukul-mukulku manja "Aduh-aduh sudah
dong hahahaha bilang dong kalau kau cemburu" "Aniya!!!" aku pun
menangkap kedua tangan nya "Sudah-sudah,makanan mu akan selalu yang
terenak buatku kok geurim" wajahnya memerah "Ih dasar perayu!"
dia memukulku lagi "Hahaha benar kok,aduh sudah dong geurim!!"
"Aniya sampai kau berhenti membicarakan eunji sunbae" "Aku
memang tidak membicarakan nya kok,bagaimana dengan yoseob? Kapan kau
siap?" "Ah soal itu lagi? Aku tidak tau kwangie,aku tetap takut
membuatnya sedih" "Yaa kita tidak bisa terus-menerus berbohong
begini,malah akan membuat dia makin sedih" "Aku juga tau kwangie,bisa
menunggu sebentar lagi?" "Arraseo,princess" aku mendekatkan
wajahku padanya dan menempelkan bibirku pada bibirnya,ciuman pertamaku dengan
geurim. Kulihat wajahnya menjadi merah dan kami tertawa "Saranghe
kwangie" "Saranghe geurim" lalu terdengar suara daun kering
terinjak dan kulihat yoseob berdiri disana dengan wajah kecewa "Bisakah
kalian jelaskan padaku tentang ini?!"
No comments:
Post a Comment